MENU TUTUP

Gara-gara Kabut Asap Tebal, Minibus Keluar Jalur hingga Terperosok

Sabtu, 14 September 2019 | 13:59:47 WIB | Di Baca : 1338 Kali
Gara-gara Kabut Asap Tebal, Minibus Keluar Jalur hingga Terperosok

SeRiau - Sebuah minibus terperosok di Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (14/9/2019).

Hal itu disebabkan jarak pandang yang dibatasi kabut asap yang menyelimuti Jalan Raya Trans Kalimantan.

Sopir minibus Khodir menuturkan, jarak pandang sangat pendek sehingga ia tak melihat lagi badan jalan.

Saat melaju, minibus yang dikendarainya tiba-tiba keluar jalur sebelah kiri dengan roda yang sudah terperosok.

Beruntung, Khodir mengendarai mobil dalam keadaan lambat sehingga tidak sampai membuat mobil terbalik.

"Jarak pandang cuma satu meter, ibaratnya jalan itu sudah tidak terlihat sama sekali," ujar Khodir saat ditemui, Sabtu.

Khodir mengendarai minibus dari arah Martapura menuju Banjarmasin dengan maksud menghadiri shalat istighosah yang digelar Pemrov Kalsel.

Namun, saat berada di kilometer 35, kabut asap menebal dan membuat badan jalan tak terlihat walaupun ia sudah menyalakan lampu senja dan lampu utama.

Petugas Jasa Marga dibantu petugas pemadam kebakaran harus menunggu kabut asap mereda untuk membantu minibus yang terperosok.

Dua jam kemudian, mobil berhasil dikeluarkan menggunakan dua unit mobil pemadam dan Jasa Marga.

Dalam sepekan terakhir, kabut asap memang menyelimuti sebagian wilayah Kalsel, khusunya pagi hari.

Kabut asap ini terjadi disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa titik yang saat ini tengah dalam proses pemadaman oleh BPBD Kalsel. (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban