MENU TUTUP

Perpustakaan Habibie dan Ainun Akan Dibuka untuk Umum

Kamis, 12 September 2019 | 23:30:32 WIB | Di Baca : 3209 Kali
Perpustakaan Habibie dan Ainun Akan Dibuka untuk Umum

SeRiau - Sudah menjadi rahasia umum bahwa sosok Presiden ke-3 RI BJ Habibie sangat mencintai buku. Bahkan, ia memiliki sebuah perpustakaan dengan ribuan koleksi buku di kediamannya di Patra Kuningan, Jakarta Selatan.

Setelah Bapak Teknologi Indonesia itu tutup usia, perpustakaan Habibie akan 'dikembalikan' untuk masyarakat. Menurut asisten pribadi Habibie, Rubijanto, rumah dan perpustakaan yang diberi nama 'Perpustakaan Habibie dan Ainun' di dalamnya akan dibuka untuk umum.

"Beliau mengatakan, bahwa ini rumah (dan perpustakaan di dalamnya) dari negara, sehingga dikembalikan kepada masyarakat," jelas Rubijanto di kediaman Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9).

Rubijanto menambahkan, nantinya perpustakaan tersebut akan terintegrasi dengan sistem daring. Sehingga, masyarakat yang ingin mengakses buku di dalamnya bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu.

"Kalau perpustakaan itu konsep awalnya memang terbuka untuk umum, tapi terbatas. Jadi nanti siapa pun bisa terkoneksi dengan online, tapi harus jadi anggota dulu," ucapnya.

BJ Habibie meninggal di usia 83, Rabu (11/9). Sebelum meninggal, Habibie sempat dirawat selama sepekan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Habibie menjadi presiden RI pertama yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ia dimakamkan di sebelah makam istrinya, Hasri Ainun Habibie. (**H)


Sumber: kumparan.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban