MENU TUTUP

Pengamat: Warga Papua Bergejolak Karena Merasa Hanya Dimanfaatkan Pemerintah

Selasa, 20 Agustus 2019 | 23:59:44 WIB | Di Baca : 2235 Kali
Pengamat: Warga Papua Bergejolak Karena Merasa Hanya Dimanfaatkan Pemerintah

SeRiau - Kerusuhan yang terjadi di Kota Manokwari Papua Barat bukan hanya permasalahan rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang. Melainkan ada persoalan utama yang masyarakat Papua rasakan.

Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi mengatakan, persoalan utama di Papua ialah masyarakat di sana merasa hanya dimanfaatkan oleh pemerintah. Yakni hanya dikeruk sumber daya alamnya tanpa memikirkan kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Ya persoalan utama kan Papua ini merasa selama ini sumber daya alamnya dieksploitasi terus tapi mereka merasa tidak banyak manfaat dari pengelolaan itu, dari eksploitasi itu," kata Khairul Fahmi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (20/8).

Tidak adanya manfaat yang dirasakan masyarakat di Papua ialah dalam bentuk ekonomi, kesejahteraan sosial serta dalam bentuk perlakuan manusiawi.

"Jadi kan kesannya yang tampak bagi mereka (masyarakat di Papua) itu adalah orang Indonesia cuman ingin sumber daya alam Papua saja bukan ingin memanusiakan manusia (masyarakat) Papua," jelasnya.

Bahkan kata Khairul, masyarakat di Papua merasa tidak diperlakukan sama dengan masyarakat Indonesia di daerah lainnya.

"Semakin hari kekecewaan itu semakin menumpuk dan semakin membesar. Nah ini akumulasi kekecewaan yang menjadi bom waktu kemarin meletus," katanya. (**H)


Sumber: rmol.id


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban