MENU TUTUP

Kementan Klaim Tidak Ada Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan

Senin, 13 Mei 2019 | 15:15:32 WIB | Di Baca : 1793 Kali
Kementan Klaim Tidak Ada Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan

SeRiau - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim tidak ada kenaikan harga pangan saat ini. Dari 12 komoditas seperti beras hingga daging, harga pangan selama Puasa cenderung terkendali.

"Tidak ada yang naik harga. Mana yang naik," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, dalam Forum Merdeka Barat (FMB), Senin (13/5/2019).

Agung mengakui, memang pada April, harga bawang merah dan cabai mengalami kenaikan harga. Hanya saja, sekarang sudah masuk musim panen sehingga harga bisa dikendalikan.

"Kemarin April ada yang naik bawang merah, cabai karena belum panen. Bulai Mei sekarang sudah panen. Mei-Juni hampir 200.000 ton dengan konsumsi 150.000 ton. Jadi ini over. Bawang merah itu sekarang panen 250.000," tuturnya.

Sementara itu terkait lonjakan harga bawang putih, Agung mengakui, konsumsi komoditas ini 90% dipenuhi dari impor. Akan tetapi pemerintah tengah mempersiapkan segala sesuatunya supaya 2021 bisa swasembada bawang putih.

"Ada mekanisme yang disiapkan, kebutuhan bawang putih 600.000 ton per tahun, bisa dipenuhi dengan 60.000 ha. Hari ini luas pertanaman baru 20.000 ha," tuturnya.

Untuk bisa swasembada, kata Agung, dari luas lahan produksi dari 20.000 ha akan diperuntukkan untuk benih di lahan yang baru.

"Jadi kita siapkan 2021 swasembada dengan penanaman. Selain itu para importir yang dapat izin juga wajib tanam 5%," ujarnya. (**H)


Sumber: Okezone


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital