MENU TUTUP

Kemenko: Tiket Pesawat Dulu Murah karena Ada Perang Harga Antar Maskapai

Jumat, 10 Mei 2019 | 21:24:38 WIB | Di Baca : 1474 Kali
Kemenko: Tiket Pesawat Dulu Murah karena Ada Perang Harga Antar Maskapai

SeRiau - Polemik mahalnya harga tiket pesawat masih bergulir. Keluhan berasal dari masyarakat sebagai pengguna jasa maskapai yang terdampak oleh kenaikan harga tiket pesawat.

Sekretaris Menteri Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menjelaskan, hal itu disebabkan karena selama ini masyarakat dimanjakan oleh harga tiket murah.

"Iya, dulu kan perang harga sehingga harga nggak realistis semuanya," kata dia, saat ditemui di Kemenko Perekonomian,Jakarta, Jumat (10/5).

Menurut dia, harga tiket murah yang dinikmati masyarakat selama ini merupakan harga yang tidak normal. Tidak normal dalam artian harga tiket yang rendah diberikan sebagai bentuk 'perang harga' yang dilakukan maskapai.

"Kan Bu menteri (BUMN), Deputinya ada, Garuda Indonesia ada. Mereka bilang karena persaingan yang dulu harganya nggak wajar," jelas dia.

Keren itu, dia mengatakan sesungguhnya saat ini tiket pesawat tengah bergerak kembali ke harga normal. Sayangnya, pengguna jasa pesawat terbang belum siap dengan kondisi tersebut.

"Sekarang begitu normal harga tiba-tiba tinggi masyarakatnya yang belum siap menyesuaikan itu," paparnya.

Menghadapi hal ini, pemerintah sebagai regulator harus turun tangan dan menjalankan fungsi kontrolnya. Apalagi saat ini hanya ada dua maskapai besar yang menguasai pangsa pasar angkutan udara.

"Tarif itu sepenuhnya ada di Perhubungan, UU membolehkan. Sebenarnya kemarin menyadari otoritas ada di beliau, cuma lebih menghorati karena ini bisnis, apalagi maskapai BUMN menyerahkan ke market, begitu dibahas kemarin market yang mana dulu," kata dia.

"Kalau market posisinya tinggal dua grup itu, duopoli ya nggak bisa kita lepas dong, masyarakat yang rugi harus, ada kontrol. Kalau Garuda bikin price tinggi kompetitor cuma satu maka ikut, masyarakat tidak ada pilihan. Dua grup begitu Garuda tinggi ini kan mau memanfaatkan situasi tinggi, sudah publik tidak punya pilihan," tandasnya. (**H)


Sumber: Merdeka.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital