MENU TUTUP

Pedagang Minta Pemerintah Paksa Importir Keluarkan Stok Bawang Putih

Rabu, 08 Mei 2019 | 17:20:27 WIB | Di Baca : 749 Kali
Pedagang Minta Pemerintah Paksa Importir Keluarkan Stok Bawang Putih

SeRiau - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Ngadiran menegaskan bahwa mengatur harga bawang putih di pasaran sesungguhnya bukanlah hal yang rumit. Pemerintah hanya perlu mendesak importir untuk segera menggelontorkan stok bawang putih dari gudang-gudang mereka.

Menurut dia, ketersediaan stok bawang putih di pasaran sepenuhnya bergantung pada para importir. Kondisi bawang putih di Indonesia yang 97 persen berasal dari impor membuat pasokan bawang putih dikuasai importir.

"Ya mau dibikin banyak, mau dibikin sedikit tergantung yang punya barang. Yang punya barang siapa, yang impor," kata dia kepada Merdeka.com, Rabu (8/5).

"Memang susah atur harga bawang Bawang? Itu komoditi yang paling mudah diatur. Kalau orang-orang yang profesional memang paham. Orang canggih-canggih masa mengatur harga bawang saja nggak bisa. Itu kan keterlaluan," imbuhnya.

Ngadiran pun membantah jika ada pernyataan yang menyudutkan para pedagang eceran bawang putih sebagai pihak yang meraup untung besar dari kenaikan harga yang terjadi selama ini.

"Kan kata Pak Menteri, harga wajarnya Rp 25.000 sampai Rp 30.000 paling mahal. Karena standar harga mestinya Rp 20.000, minimal Rp 30.000 di eceran. Kalau sekarang sudah di atas Rp 70.000 bahkan daerah tertentu sudah Rp 100.000, yang ambil untung besar apakah pedagang pengecer?," ujar Ngadiran.

"Yang disalahin kan pedagang kecil melulu. Katanya ambil untung besar. Yang ambil untung besar yang importir itu, yang punya gudang itu. Keluarkan sedikit-sedikit. Harga sekian. Besok keluarin lagi harganya naikan lagi. Kan gitu. Yang naikin yang punya barang itu. Masa yang pengecer. Yang beli sekarung mau naikin harga," tegas dia.

Menurut dia, untuk menekan harga bawang putih, pemerintah, melalui Kementerian Perdagangan dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan perlu bertindak tegas dengan meminta importir bawang putih untuk menggelontorkan stok yang ada. Dengan demikian pasokan bawang putih di pasaran jadi lebih banyak.

"Dagang bawang itu super mudah karena 97 persen impor. Apa susahnya mengatur. Importir jelas, Si A, Si B, Si C. Gudangnya jelas. Buat apa itu dibuat pakai polisiekonomi segala macam kok nggak bisa ngatasin ini," tandasnya. (**H)


Sumber: Merdeka.com


Loading...
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Silat dan Karate di Pertandingkan di KOSN SMK Tingkat Provinsi Riau, Yusri: Dua Cabor Ini yang Siap

2

Berakhirnya Operasi Patuh Lancang Kuning, Sat Lantas Polres Dumai Lakukan Analisa Dan Evaluasi

3

Delisis: Forkom SMAN/SMKN Turunkan Tim Pantau Pelaksanaan PPDB Online SMAN/SMKN di Riau

4

Ketua Komisi II Kecewa Kinerja Sekda,Pj Walikota Pekanbaru Diminta Lakukan Evaluasi

5

Sambut Hut Bhayangkara, Polres Dumai Gelar Kegiatan Fun Run