MENU TUTUP

Diego Godin Bakal Jadi Pemain Bergaji Paling Tinggi di Inter Milan

Ahad, 05 Mei 2019 | 23:47:51 WIB | Di Baca : 1536 Kali
Diego Godin Bakal Jadi Pemain Bergaji Paling Tinggi di Inter Milan

SeRiau - Diego Godin diprediksi akan jadi pemain dengan bayaran termahal di Inter Milan begitu dia gabung dari Atletico Madrid.

Belakangan ini rumor yang menyebut Diego Godin merapat ke Inter Milan, sudah berembus kencang. Ia melalui agennya diyakini sudah sepakat mendarat ke Giuseppe Meazza begitu kontraknya bersama Atletico Madrid habis pada Juni mendatang.

Godin disebut sudah lolos tes medis dan tinggal butuh formalitas untuk menandatangani kontrak di klub asal kota Milan tersebut.

Menurut La Gazzetta dello Sport, pemain internasional Uruguay itu akan menjalin kerja sama selama tiga tahun di Inter, dengan gaji mencapai 6,75 juta euro (Rp107,7 miliar) per musim.

Jumlah itu akan membuatnya jadi penerima gaji tertinggi di skuat Nerazzurri, naik sekitar 35 persen dari gaji lamanya di Atletico Madrid.

Di sisi lain, diyakini Inter Milan sejatinya hanya ingin mengikat Godin dengan kontrak selama dua tahun saja, namun bek 33 tahun itu berkeras meminta hingga tiga tahun.

Godin sudah berseragam Los Rojiblancos selama sembilan musim atau sejak 2010.

Dia pernah membawa Atletico menjuarai La Liga pada musim 2103-2014, UEFA Europa League 2011-2012 dan 2017-2018. Altletico juga dibawanya menjadi runner-up Liga Champoins pada 2014 dan 2016.

Kedatangan Diego Godin tentu diharapkan bisa semakin memperkukuh barisan belakang Nerazzurri. (**H)


Sumber: Bola.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital