MENU TUTUP

Alasan Luhut Berikan Amplop ke Kiai Zubair Muntasir

Kamis, 04 April 2019 | 22:26:13 WIB | Di Baca : 2088 Kali
Alasan Luhut Berikan Amplop ke Kiai Zubair Muntasir

SeRiau - Video Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memberikan amplop putih kepada Kiai Zubair Muntasir di Bangkalan, Madura menjadi pembahasan warganet.

Namun Luhut tidak mau ambil pusing. Menurutnya, pemberian tersebut dinilai wajar. Karena, sang ulama sedang sakit. Tak ada niat yang lain, hanya membantu saja.  Hal itu, disampaikan Luhut saat menjawab pertanyaan wartawan, usai meminjau lahan untuk dijadikan Bandara di Kabupaten Labuhan Batu di Sumatera Utara, Kamis 4 April 2019.

“Enggak ada apa-apa, gak ada, kalau ngasih orang lagi sakit,” ucap Luhut menyikapi video yang viral di media sosial itu.

Ia mengatakan, membantu orang sedang sakit, tidak ada salahnya.“Kenapa apa-apa? Orang sakit kita kasih (amplop). Bego itu yang anu,” kata Luhut sembari masuk ke dalam mobil dan pergi berlalu.

Belakangan ini video pemberian Luhut kepada Kiai Zubair Muntasir di Pondok Pesantren Nurul Cholil, Bangkalan, Madura beredar di media sosial. Dalam video, Luhut terlihat memberikan amplop putih kepada sang ulama. 

Video itu pun sempat viral di jagad media sosial. Tagar #AmplopLuhutAdaMaunya pun digaungkan kelompok oposisi yang menilai pemberian tersebut sebagai bentuk upaya membeli suara. Tagar itu bahkan sempat bertengger di puncak trending topic twitter Indonesia. (**H)


Sumber: VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

2

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

3

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

4

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bersyukurlah Bisa Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

5

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru