MENU TUTUP

Pasar Masih "Wait and See", Harga Jual Apartemen Naik Tipis

Selasa, 02 April 2019 | 18:59:02 WIB | Di Baca : 1475 Kali
Pasar Masih

SeRiau - Tak jauh berbeda dari pasar perkantoran, kondisi pasarapartemen di Jakarta juga mengalami stagnasi.

Masih tingginya pasokan apartemen, mengakibatkan tingkat serapan dan harga jual tidak mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini berdampak pada harga jual yang tak mengalami peningkatan berarti.

Riset Colliers International Indonesia menunjukkan, pada Kuartal I-2019 jumlah tambahan pasokan apartemen mencapai 1.847 unit atau 11,7 persen dari total proyeksi pasokan sepanjang 2019.

Secara keseluruhan, total pasokan pada kuartal pertama mencapai 203.664 unit atau naik 1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan naik 7,3 persen bila dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

"Untuk serapan pada proyek yang sudah beroperasi ini kita hitung selama kuartal pertama memang masih stagnan. Demikian halnya untuk proyek yang sedang dibangun," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Saat ini, sebut dia, tingkat serapan secara rata-rata berada di kisaran 87 persen atau relatif sama bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Tentu saja, kondisi ini membuat harga jual tidak beranjak jauh dari sebelumnya. Saat ini, harga jual berada di kisaran Rp 34,1 juta per meter persegi.

Catatan ini naik tipis bila dibandingkan kuartal IV-2018 yang mencapai Rp 33,8 juta per meter persegi.

"Masih banyaknya stok yang belum terserap di pasar membuat posisi tawar konsumen kuat. Hal tersebut berimplikasi pada sulitnya harga apartemen untuk naik lebih jauh," kata Ferry.

Perilaku wait and see investor diprediksi masih akan terjadi sampai akhir tahun ini. Adapun serapan apartemen pada akhir tahun diperkirakan berada di kisaran 85-86 persen.

"Serapan diperkirakan mulai bergerak naik tahun 2020 dengan asumsi pemilu 2019 berlangsung damai, kondisi makro ekonomi membaik, nilai tukar yang stabil, serta kebijakan pemerintah yang mendukung pasar properti," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk pasokan sepanjang 2019-2021 diperkirakan mencapai 37.124 unit. Secara rinci, pasokan terbesar terjadi untuk pangsa apartemen kelas menengah (77,7 persen), kelas bawah (11,5 persen), kelas atas (8,8 persen) dan kelas mewah (2 persen). (**H)


Sumber: KOMPAS.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital