MENU TUTUP

BMKG Luncurkan Sistem AWOS untuk Keselamatan Penerbangan

Selasa, 02 April 2019 | 09:39:05 WIB | Di Baca : 1333 Kali
BMKG Luncurkan Sistem AWOS untuk Keselamatan Penerbangan

SeRiau - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meluncurkan sistem Automated Weather Observing System (AWOS) iRMAVIA. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut AWOS iRMAVIA merupakan produk dalam negeri, karya pertama anak bangsa generasi milenial BMKG.

Peluncuran dilakukan pada penutupan peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-69 di Kantor BMKG Pusat. Dwikorita menjelaskan, iRMAVIA ialah singkatan dari iRM yang diambil dari sub bidang Instrumentasi Meteorologi, sub bidang yang mengembangkan AWOS dan Avia, yaitu Aviation.

"Total bandara di Indonesia adalah 297 bandara, tetapi jumlah AWOS saat ini sebanyak 180 yang beroperasi di setiap bandara. Tentunya, kondisi ini masih jauh dari ideal," ucap Dwikorita dalam keterangan persnya, Selasa (2/4/2019).

Selama ini kata dia, kebutuhan AWOS didapat dari produk impor yang memiliki harga lebih mahal, sehingga kesulitan dalam pemiliharaan terutama untuk mendapatkan spare part. Untuk itu, lanjutnya, BMKG mengembangkan AWOS iRMAVIA dan ke depannya melalui kerjasama dengan mitra industri dan perguruan tinggi.

"Diharapkan dapat memenuhi pasar di Asia Pasifik dalam dunia penerbangan," ujarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa dan Jaringan Komunikasi BMKG, Widada Sulistya mengatakan, AWOS merupakan sistem pengamatan cuaca bandara yang dikonfigurasi untuk memberikan informasi kondisi cuaca bandar udara secara real time berupa parameter suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah dan kecepatan angin, jarak pandang, serta tinggi awan.

Informasi ini, lanjut Widada akan ditransmisikan ke stasiun meteorologi penerbangan dan layanan navigasi untuk panduan tinggal landas dan lepas landas pesawat terbang.

Pengembangan AWOS iRMAVIA melalui berbagai tahap. Tahap awal, tahap di mana memiliki fokus pada perancangan sistem dan tampilan. Sedangkan tahap berikutnya, meliputi penyempurnaan sistem, penyandian otomatis, dan penyiapan implementasi. Terakhir, pengembangan sistem meliputi implementasi sistem dan evaluasi.

"Pada tahap awal, BMKG telah mengembangkan penggunaan data dan sensor secara fleksibel. Selain itu, dilakukan pembutan interface dengan 3 fitur display, tower view, observer pressure view yang digunakan untuk mendukung keselamatan penerbangan," tuturnya.

Proses terakhir, sambung Widada, akan dilakukan pengembangan data observasi dalam database.

"Dengan adanya produk ini, menjadi langkah awal bagi Indonesia menuju kemandirian penyediaan peralatan penunjang keselamatan penerbangan sehingga angka kecelakaan transportasi udara akibat faktor cuaca dapat diminimalisir," katanya menandaskan. (**H)


Sumber: Okezone


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

2

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

3

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

4

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bersyukurlah Bisa Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

5

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru