MENU TUTUP

Harga Beras Premium Tembus HET, Mendag Minta Bulog Turun ke Pasar

Sabtu, 29 Desember 2018 | 18:54:44 WIB | Di Baca : 1510 Kali
Harga Beras Premium Tembus HET, Mendag Minta Bulog Turun ke Pasar

SeRiau - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta Badan Urus Logistik atau Bulog di masing-masing daerah turun ke pasar-pasar tradisional. Hal itu untuk menekan harga beras medium yang sudah tembus Harga Eceran Tertinggi (HET).

Harga beras medium sudah mencapai Rp10 ribu hingga Rp11 ribu di Sumatera Utara. "Bulog harus masuk ke pasar untuk memantau harga," ujar Enggartiasto kepada wartawan, usai melakukan sidak di Pasar Tradisional Suka Ramai di Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara, Sabtu siang, 29 Desember 2018.

Enggartiasto mengungkapkan, tugas Bulog untuk melakukan tindakan menstabilkan harga tersebut.

"Namun kalau harga tinggi, berarti itu beras Bulog. Sempat, beras mau di-mix (campur), yaitu beras dari Vietnam degan beras lokal agar rasanya lebih pulen. Dicampur sekitar 5 persen dengan beras lokal," ujarnya.

Ia mengatakan, bila terjadi kenaikan harga komoditi pangan, Bulog harus cepat melakukan tindakan berupa operasi pasar. Hal itu dianggap jitu untuk menekan harga hingga stabil.

Sementara itu, harga sembako terpantau stabil sejak Natal 2018 dan menjelang Tahun Baru 2019.

"Setelah tahun baru kita pastikan stabil, makanya peran Bulog harus mengeluarkan stoknya untuk mengendalikan harga. Kalau sudah begitu, pedagang tidak mungkin bermain dengan harga ini karena ada satgas pangan dan tidak bisa pedagang itu macam-macam," ujar Enggartiasto. (**H)


Sumber: VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital