MENU TUTUP

Sektor Ritel Melambat Bakal Bayangi Pertumbuhan Ekonomi 2019

Sabtu, 15 Desember 2018 | 20:45:49 WIB | Di Baca : 1432 Kali
Sektor Ritel Melambat Bakal Bayangi Pertumbuhan Ekonomi 2019

SeRiau - Pengamat Ekonomi, M. Nawir Messi pesimistis, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,2 persen pada 2019. Hal tersebut karena pertumbuhan sektor konsumsi masih di bawah tahun-tahun kejayaannya.  

Nawir menuturkan, konsumsi rumah tangga bisa dilihat dari pertumbuhan sektor ritel yang terjadi saat ini. Sejak 2011 sektor ritel mampu tumbuh dua digit, tapi hal itu tidak terjadi di tahun 2017 dan 2018.

Mantan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ini menuturkan, pada 2011 dan 2012, sektor ritel mampu tumbuh dua digit dengan mencapai 14-15 persen.

"Teman-teman banyak yang optimis sekarang lebih dari 5 persen dan tahun depan 5,2. Saya kok tidak melihat itu, karena konsumsi rumah tangga indikator yang utama adalah pertumbuhan ritel," ujar dia, dalam diskusi, di Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (15/12/2018).

Menurut dia, jika kinerja sektor ritel tak moncer, hal tersebut berarti adanya penurunan permintaan dari masyarakat. "Ini implikasinya adalah permintaan rumah tangganya stagnan. Jadi saya kok agak ragu kita bisa tumbuh 5,2 persen (pada tahun 2019)," lanjut dia. 

Selanjutnya

Selain itu, menurut dia, geliat usaha di sektor swasta pun tampaknya juga tidak sebaik dahulu. Hal itu ditunjukkan dengan permintaan iklan swasta di media massa yang mulai menurun. 

"7 atau 8 tahun terakhir selalu double digitiklan dari swasta. Tapi sekarang, kalau privatesektor itu growth iklan ini cuma 4 persen. Kalau pemerintah di iklan dulu kontribusinya cuma 20-30 persen dan pemerintah sekarang justru lebih berkontribusi di iklan," kata dia. 

Berdasarkan indikator tersebut, Ia menegaskan, tidak akan ada perubahan mencolok pada ekonomi Indonesia, setidaknya pada semester I 2019.

"Tidak ada perubahan mencolok di semester I tahun depan. Kondisi yang slowing down dari awal tahun sampai akhir tahun ini bisnis akan wait and see. Ekspor juga begitu, iklim perdagangan dan investasi itu kalau bisa improve, itu harusnya bisa mengkatrol pertumbuhan 2-5 persen," ujar dia. (**H)


Sumber: Liputan6.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital