MENU TUTUP

BNPB: Gunung Salak Tidak Meletus

Rabu, 10 Oktober 2018 | 23:57:19 WIB | Di Baca : 1572 Kali
BNPB: Gunung Salak Tidak Meletus

SeRiau - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menegaskan, jika Gunung Api Salak tidak meletus.

"Gunung Salak tidak meletus, status tetap normal (Level I)," ketik Sutopo di twitternya @Sutopo_PN, Rabu (10/10/2018) malam.

Menurutnya, berdasarkan pengamatan visual, instrumentasi dan observasi lapangan, PVMBG menyatakan bahwa Gunung Salak tidak meletus.

"Gunung Salak Aman dan tenang," pungkasnya.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa Gunung Salak di Jawa Barat tidak mengalami erupsi, sebagaimana isu liar beredar di media sosial. Masyarakat diminta tetap tenang.

PVMBG menanggapi informasi yang beredar di masyarakat mengenai informasi satelit yang mengindikasikan adanya erupsi Gunung api Salak, hari ini.

Pengamatan visual Gunungapi Salak dari periode Oktober 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin Lemah ke arah selatan dan utara. Suhu udara sekitar 22 - 29°C. Kelembaban 92%. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Asap nihil. Pemantauan visual pada sore hari hingga saat ini Gunung Salak umumnya tertutup kabut dan cuaca hujan.

Terekam 23 kali gempa Tornillo dengan amplitudo 5 - 10 mm dan lama gempa 4.5 - 25 detik. 9 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 4 - 7 mm dan lama gempa 4 - 10 detik. 10 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7 - 12 mm, S-P 0.5 - 2 detik dan lama gempa 6 - 10 detik.

12 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 6 - 12 mm, S-P 5 - 8 detik dan lama gempa 20 - 47 detik. 7 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 7 - 11 mm, S-P 11 - 14 detik dan lama gempa 22 - 97 detik. Rekaman gempa pada tanggal 10 Oktober 2018 hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak.

Hasil observasi lapangan yang dilakukan secara langsung oleh pengamat Gunung Salak hingga pukul 20:00 WIB tidak teramati adanya jatuhan/hujan abu vulkanik dan tidak terdengar suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu. (**H)


Sumber: Okezone


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

MAN 2 Pekanbaru Cek Ulang Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat, Kamad: Ada Pergeseran Sebesar B292 Derajat

2

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

3

Dukung Mobilitas Kampus, UIR Resmikan Mercedes-Benz Jet Bus 5 Medium

4

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

5

Tanaman Jagung Memasuki Fase Pemupukan, Polsek Kandis Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal