MENU TUTUP

Jokowi Minta Kampus Hapus Fakultas Usang, Diganti Jurusan Kopi atau Sawit

Rabu, 10 Oktober 2018 | 21:33:29 WIB | Di Baca : 1553 Kali
Jokowi Minta Kampus Hapus Fakultas Usang, Diganti Jurusan Kopi atau Sawit

SeRiau - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta perguruan tinggi mengikuti perkembangan zaman. Salah satu caranya dengan membuka fakultas baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ini disampaikan Jokowi saat menerima audiensi pejabat eselon I, eselon II, pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/10).

"Saya tidak mau mendengar perguruan tinggi tidak mau menghapus fakultas atau prodi (program studi) yang sudah usang. Ganti yang baru" tegasnya.

Jokowi menyebut, fakultas yang cocok dibuka saat ini adalah fakultas kopi. Alasannya, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Selain itu, kebiasaan minum kopi mulai menjadi gaya hidup sebagian masyarakat, khususnya generasi muda saat ini.

"Tiga atau dua tahun lalu saya menyampaikan alasan pentingnya mendirikan fakultas kopi. Saat itu ada yang tertawa. Fakultas kopi, kelapa sawit. Ini industri besar kita. Dan itu saya sangat serius ngomong seperti itu," kata dia.

Meski sudah sering mewanti wanti, perguruan tinggi belum juga mengabulkan keinginan Jokowi. Akibatnya, fakultas bersifat monoton dan kampus tidak mengalami perubahan.

"Dunia sudah berubah seperti ini tapi sulit bangun fakultas dan prodi baru. Nggk ngerti ini (penyebabnya) ekosistem di perguruan tinggi atau di kementerian atau dua-duanya," tuturnya heran.

Kepala Negara menekankan, perguruan tinggi harus terus berinovasi di tengah perubahan global yang sangat cepat. Perguruan tinggi juga harus mampu bersaing dengan kampus luar negeri dalam menciptakan hal-hal baru.

"Sekali lagi ekosistem di dalam kampus harus kita benahi bersama-sama, cara-cara baru harus kita kembangkan, kreasi-kreasi baru harus diberikan fasilitas dan dikembangkan. Inovasi memecahkan masalah dan memberikan nilai tambah harus didukung," jelasnya. (**H)


Sumber: Merdeka.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

MAN 2 Pekanbaru Cek Ulang Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat, Kamad: Ada Pergeseran Sebesar B292 Derajat

2

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

3

Dukung Mobilitas Kampus, UIR Resmikan Mercedes-Benz Jet Bus 5 Medium

4

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

5

Tanaman Jagung Memasuki Fase Pemupukan, Polsek Kandis Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal