MENU TUTUP

Kemendag Segera Perketat Aktivitas Ekspor Impor

Kamis, 06 September 2018 | 10:26:19 WIB | Di Baca : 1467 Kali
Kemendag Segera Perketat Aktivitas Ekspor Impor

 

SeRiau - Kementerian Perdagangan akan segera memperketat tata niaga impor, seiring keputusan pemerintah yang ingin mengurangi impor demi memperbaiki defisit transaksi berjalan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan instrumen pertama perbaikan tata niaga impor itu adalah dengan mengubah pemeriksaan kepabeanan yang biasa dari luar perbatasan (post border) menjadi di tempat perbatasan. 

Ketentuan ini akan berlaku bagi impor besi baja dan minuman beralkohol. Sebab menurutnya, komoditas tersebut dianggap sebagai salah satu komoditas yang mengalami pertumbuhan impor tertinggi.

Namun, nantinya pemeriksaan dua barang impor harus dilakukan di dalam Pusat Logistik Berikat (PLB). "Ketentuan ini akan kami lakukan satu bulan ke depan," papar Enggartiasto di Kementerian Keuangan, Kamis (5/9).

Selain impor, kementerian juga akan melakukan pengawasan di kegiatan ekspor. Salah satu contohnya, Kemendag akan mewajibkan eksportir hasil sumber daya alam untuk menggunakan Letter of Credit (L/C) agar devisa hasil ekspornya bisa mudah dimonitor.

Adapun, L/C sendiri adalah surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir di luar negeri. Dengan L/C, eksportir berhak mengirimkan tagihan kepada importir untuk menarik wesel-wesel yang menjadi hak eksportir.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan relaksasi ekspor batu bara dan rotan. Sebelumnya ekspor rotan memang tidak diperbolehkan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2011 tentang Ketentuan Ekspor Rotan dan Produk Rotan.

"Apalagi kini rotan tengah menumpuk, sehingga lebih baik diekspor saja, tapi yang diperbolehkan hanya ekspor rotan setengah jadi," papar dia.

Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia antara Januari ke Juli di angka US$104,24 miliar. Sementara itu, Indonesia juga mencatat impor secara akumulatif sebesar US$107,32 miliar di waktu yang sama. Artinya, Indonesia mencatat defisit US$3,08 miliar sepanjang tahun 2018.

 

 

Sumber CNN Indonesia


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

MAN 2 Pekanbaru Cek Ulang Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat, Kamad: Ada Pergeseran Sebesar B292 Derajat

2

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

3

Dukung Mobilitas Kampus, UIR Resmikan Mercedes-Benz Jet Bus 5 Medium

4

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

5

Tanaman Jagung Memasuki Fase Pemupukan, Polsek Kandis Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal