MENU TUTUP

13 Ribu Hektare Sawah di Jabar Alami Kekeringan, Indramayu Terparah

Jumat, 17 Agustus 2018 | 21:26:15 WIB | Di Baca : 1476 Kali
13 Ribu Hektare Sawah di Jabar Alami Kekeringan, Indramayu Terparah

 

SeRiau – Sekitar 13.173 hektare sawah di Jawa Barat mengalami kekeringan akibat kurangnya pasokan air karena memasuki musim kemarau. Di antaranya, tiga ribu hektar sawah berada dalam kondisi kekeringan dengan kategori berat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendy Jatnika menjelaskan kekeringan di pesawahan terus meluas. Per 15 Agustus 2018, dari jumlah total tersebut, 5.338 hektare masuk kriteria ringan, 3.059 hektare sedang, 3.001 hektare berat dan 1.775 hektare tidak produktif.

"Kami khawatir kemarau kali ini berkepanjangan. Menurut BMKG, diperkirakan hujan akan turun di Oktober," ujar Hendy di Bandung Jawa Barat, Jumat, 17 Agustus 2018.

Hendy menjabarkan, akibat kekeringan itu 20 Kabupaten Kota mengalami dampak. Di antaranya Indramayu, Majalengka, Purwakarta, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Bekasi, Subang, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Banjar, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Pangandaran, Kota Sukabumi.

Untuk mengantisipasi kekeringan agar tidak meluas, distribusi air dengan memberlakukan pompanisasi, perbaikan saluran, pembuatan sumur pantek dan pembuatan cekungan penampung untuk mengatur volume suplai dan meningkatkan kualitas telah dilakukan.

"(Lahan puso atau tidak produktif) bisa bertambah luas. Jika tidak ada alternatif air maka akan sangat berat," katanya.  

Lanjut Hendy, Kabupaten Indramayu merupakan daerah paling parah mengalami kekeringan mencapai 4.373 hektare dengan 2.303 hektare kriteria ringan, 716 hektare kriteria sedang, 1.516 hektare kriteria berat dan 1.247 hektare lahan tidak produktif.

Menurutnya, kekeringan di Indramayu terjadi karena pasokan air dari irigasi di Tarum Timur terganggu karena ada perbaikan. Tidak hanya itu, luas lahan kering di Indramayu bertambah karena adanya petani yang memaksakan penanaman padi dalam kondisi pasokan air berkurang.

"Seharusnya sudah diantisipasi jauh hari seperti Kerawang, Petani di daerah tersebut sudah beralih dengan menanam tanaman lain, sehingga tidak ada catatan lahan sawah yang mengalami kekeringan," terangnya. 

 

 


Sumber VIVA.co


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

2

MAN 2 Pekanbaru Cek Ulang Arah Kiblat dengan Metode Rashdul Kiblat, Kamad: Ada Pergeseran Sebesar B292 Derajat

3

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

4

Dukung Mobilitas Kampus, UIR Resmikan Mercedes-Benz Jet Bus 5 Medium

5

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif