MENU TUTUP

Bantah Hanafi Rais, Bank Dunia: 74% Tanah Dikelola Pemerintah

Selasa, 27 Maret 2018 | 22:57:02 WIB | Di Baca : 1530 Kali
Bantah Hanafi Rais, Bank Dunia: 74% Tanah Dikelola Pemerintah

SeRiau - Bank Dunia menegaskan tidak pernah mengeluarkan data tentang kepemilikan tanah di Indonesia. Ini sekaligus menampik pernyataan Wakil Ketua Umum PAN sekaligus putra Amien Rais, Hanafi Rais, yang menyebut 74% lahan di Indonesia dikuasai segelintir orang merupakan data bank dunia.

Meski tak pernah mengeluarkan data tersebut, Country Director World Bank for Indonesia, Rodrigo A Chaves mengataka pemerataan tanah memang bukan isu baru, dan kepemilikan lahan di Indonesia semakin menyebar.

Dia juga mengatakan, 74% lahan di Indonesia sebenarnya milik negara. Kebanyakan lahan itu pun dikelola oleh pemerintah.

"Ingat bahwa 74% tanah yang ada itu milik negara dan dikelola oleh pemerintah. Saya tidak mengerti kenapa ada orang membuat isu politik," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Rodrigo juga menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan program reformasi pertanahan yang cukup ambisius. Jokowi menargetkan bagi-bagi 7,5 juta sertifikat tanah.

"Itu sangat bagus untuk menormalisasikan kepemilikan tanah," tamabahnya.

Sebelumnya, Rodrigo tegas mengatakan Bank Dunia tidak pernah menerbitkan laporan 74% tanah di Indonesia dikuasai segelintir orang. "World Bank tidak pernah menerbitkan laporan seperti itu. Sangat jelas saya katakan bahwa itu tidak benar," tegasnya. 

Sumber detik.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

2

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

3

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

4

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital

5

Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru