MENU TUTUP

Tak Cuma BRI, JK Wanti-wanti Bank Lain Kena Skimming

Selasa, 20 Maret 2018 | 18:50:15 WIB | Di Baca : 1618 Kali
Tak Cuma BRI, JK Wanti-wanti Bank Lain Kena Skimming

SeRiau – Wakil Presiden Jusuf Kalla mewanti-wanti pihak bank yang mesin Anjungan Tunai Mandiri atau ATM-nya terancam menjadi sasaran kejahatan skimming. Perbuatan ini, tentunya bisa terjadi tidak hanya di Bank Rakyat Indonesia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengungkap pada pekan lalu bahwa setidaknya ada 64 bank yang pernah menjadi korban dari kejahatan yang dilakukan sindikat internasional itu.

"Ada 64 bank menurut polisi kan. Bukan hanya bank di Indonesia, tetapi di luar negeri juga," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 20 Maret 2018.

Dari 64 bank itu, terdiri dari 13 bank dalam negeri, dan 51 bank di luar negeri. Salah satu bank itu adalah Mandiri yang nasabahnya di Surabaya, Jawa Timur, pada awal pekan ini dilaporkan juga kehilangan uangnya.

JK menyampaikan, kepolisian selanjutnya harus lebih dapat mengantisipasi kejahatan-kejahatan berbasis teknologi informasi yang saat ini sudah marak. Sementara itu, bank harus benar-benar meningkatkan proteksinya, karena uang para nasabah di sana pada dasarnya adalah tanggung jawab bank.

"Ada kelemahan di sistem yang harus diperbaiki," ujar JK.

Kejahatan skimming ramai diberitakan usai puluhan nasabah BRI di unit Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, kehilangan saldo di rekeningnya antara Rp500 ribu hingga Rp10 juta pada pekan lalu. BRI telah mengganti kerugian para nasabahnya. 


sumber VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital