MENU TUTUP

Kronologi Meninggalnya Istri Kedua dan Anak Opick

Senin, 19 Maret 2018 | 15:01:29 WIB | Di Baca : 2424 Kali
Kronologi Meninggalnya Istri Kedua dan Anak Opick

SeRiau - Istri Opick, Wulan Mayasari, meninggal dunia pada Minggu (18/3/2019) malam. Wulan Mayasari mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah menjalani pemulihan pascakuretase.

Sahabat Opick, Ustaz Derry Sulaiman, menceritakan kronologi meninggalnya Wulan Mayasari kepada Liputan6.com, Senin (19/3/2018).

Menurutnya, istri kedua Opick itu harus menjalani kuretase karena anak yang dikandungnya lebih dulu meninggal dalam kandungan.

"Melahirkannya itu sudah‎ dua bulan lalu. Putranya Mas Opick meninggal juga pas umur delapan bulan di kandungan. Keguguran di dalam perut. Meninggal di dalam rahim itu namanya apa?" kata Ustaz Derry Sulaiman.

Bolak-balik Rumah Sakit

Sejak saat itu, kondisi Wulan Mayasari terus menurun. Bahkan, wanita 34 tahun itu harus bolak-balik rumah sakit untuk diopname.

"Habis itu kondisi istrinya drop, keluar masuk rumah sakit terus diopname. Keluar sehat, masuk sakit lagi," ucap mantan gitaris Betrayer tersebut.

Memburuk

Kondisi Wulan Mayasari pun semakin memburuk beberapa hari terakhir. Ustaz Derry Sulaiman mengatakan bahwa Opick sempat meminta doa dari para sahabatnya untuk kesembuhan sang istri.

"Soalnya ditelepon (Mas Opick) istrinya masuk rumah sakit lagi. Beliau minta doanya. Terus jam 20.00 WIB saya ditelepon lagi disuruh ke rumah sakit, pas sampai ke sana sudah enggak ada (meninggal dunia)," jelasnya. (*JJ)


Sumber: liputan6


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban