MENU TUTUP

Dituduh Hamil Sebelum Nikah, Ini Tanggapan Mytha Lestari

Sabtu, 17 Maret 2018 | 20:42:48 WIB | Di Baca : 2151 Kali
Dituduh Hamil Sebelum Nikah, Ini Tanggapan Mytha Lestari

SeRiau – Kejadian tidak menyenangkan baru saja dialami oleh Paramytha Lestari. Bermaksud untuk membagikan kebahagiaan, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tersebut malah dituduh telah hamil sebelum menikah.

“@mytha_lestari cepet banget sudah 17 minggu saja. Hamil duluan ya,” komentar seorang warganet.

Tidak terima dituduh hamil sebelum menikah, wanita dengan panggilan Mytha yang resmi menikah dengan Barry Maheswara pada 5 November 2017 lalu itu memberi penjelasan.

“Saya menikah tanggal 5 November 2017, sekarang saya masih 17 minggu. Tanggal 13 November setelah ngunduh mantu, saya masih menstruasi, dan yang paling penting saya menjalani proses pingitan selama 30 hari sebelum pernikahan saya tidak bertemu Barry maupun berinteraksi dengan dunia luar,” tutur pelantun Aku Cuma Punya Hati tersebut.

Hal senada dijelaskan oleh sang suami. “Kalau komentar tolong di-filter ya. Kalaupun niatnya melucu, komentar Anda sungguh enggak lucu sama sekali,” tulis Barry di kolom komentar.

Sebagai manusia biasa, Mytha mengaku terlanjur sakit hati membaca komentar dari akun palsu tersebut. Bahkan komentar klarifikasinya juga dihapus oleh si pemilik akun.

“Sudah telat sih, saya sudah sakit hati. Meskipun ini akun palsu, kamu tetap manusia, sakit hati saya tetap menuju ke kamu. Balasan Allah lebih dahsyat daripada saya susah payah nyari kamu,” tulis Mytha dalam Instagram Story miliknya.


sumber viva.com


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

TNI–Polri di Kandis Perkuat Sinergitas, Komitmen Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

2

Ratusan Murid Baru SMAN 8 Pekanbaru Diserahkan ke Sekolah, Kepsek: Patuhi dan Taati Aturan Sekolah

3

Ratusan Murid Baru MAN 2 Pekanbaru Ikuti MATAMUDA, Syahrul: Bangga dan Bersyukurlah Tuntut Ilmu di MAN 2 Pekanbaru

4

Kapolsek Kandis Dampingi Tim SDM Polda Riau Tinjau Lahan Jagung Kelompok Tani Ayu Makmur

5

Idris Laena: Sekolah Bukan Sekadar Tempat Belajar, Tapi Ruang Membangun Peradaban