MENU TUTUP

Tidak Terima soal Karikatur, Ini yang Diserukan FPI di Kantor Tempo

Jumat, 16 Maret 2018 | 17:33:17 WIB | Di Baca : 1658 Kali
Tidak Terima soal Karikatur, Ini yang Diserukan FPI di Kantor Tempo

SeRiau - Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta menggeruduk kantor redaksi Tempo di Jl Palmerah Nomor 8, Jakarta Barat. Massa sudah tiba kira-kira pukul 14.10 WIB sambil membawa mobil komando alumni 212 kemudian masuk ke dalam halaman kantor Tempo.

"Siang ini hari mengimbau para peserta aksi untuk menjaga. Kita tunjukan kita punya etika tidak seperti mereka. Mereka harus minta maaf yang sudah melecehkan Habib kita," seru salah satu pemimpin Komando aksi damai di Kantor Tempo, Jumat (16/3).

Mereka meminta kepada pihak Tempo untuk meminta maaf atas karikatur yang menggambarkan sosok orang memakai gamis dan sorban. Pria dalam karikatur itu digambarkan sedang diskusi dengan perempuan yang bertuliskan 'maaf saya tidak jadi pulang'. Sang wanita di foto itu menjawab, 'Yang kamu lakukan itu jahat'.

"Kalau siang ini Tempo minta maaf, berjanji, maka akan selesai aksi ini. Namun mereka tidak mau mengakui perbuatannya. Mereka tidak berjanji, kami akan menghancurkan kantor ini," kata dia.

"Mana kala mereka minta maaf. Kita awasi perbuatannya," seru orator tersebut.

Dari pantauan merdeka.com pukul 14.19 Wib, massa melantunkan salawat di depan kantor redaksi Tempo. Tidak hanya salawat mereka juga mendendangkan lagu mars 212. Sementara beberapa karyawan Tempo hanya sedikit yang terlihat.


sumber VIVA.CO.ID


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital