MENU TUTUP

Cerita Haru dan Bangga Novanto Bertemu si Bungsu

Senin, 12 Maret 2018 | 13:35:32 WIB | Di Baca : 1410 Kali
Cerita Haru dan Bangga Novanto Bertemu si Bungsu

SeRiau – Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto mengaku sempat beberapa kali dikunjungi anaknya yang paling bungsu. Buah hati Novanto bersama istrinya, Deisti Astriani Tagor, itu berusia 11 tahun. 

Ketika si bungsu menjenguknya di Rutan KPK, Novanto merasa rindu sekaligus haru karena mendengar pertanyaan-pertanyaan sang anak. 

"Nanya, bapak gimana? Udah bisa olahraga belum? Olahraga di mana? Ada tenisnya apa enggak?" kata Novanto saat berbincang dengan awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 12 Maret ?2018. 

Sesekali Novanto sempat tertawa saat mengingat soal perbincangan dengan anaknya. Dia mengaku bangga karena sang anak tidak minder dengan teman-temannya lantaran dia tidak pernah pulang ke rumah karena menjalani penahanan. "Saya pikir kan dia minder, ternyata enggak. (Anak saya) sangat tabah dan saya hormat, bangga," ujar Novanto.

Novanto juga cukup senang mendengar cerita sang anak saat berkegiatan di sekolahnya. Bahkan, anak bungsunya sering membuat tulisan tentang dirinya dalam sebuah buku. 
 
"Dibikin di buku tulisan gitu. Novanto di balik, Novanto kakak-kakaknya love papah. Saya simpan saja. Sekarang ada nih (tulisannya). Ini tulisan dia waktu menjenguk. Dia pintar," ujar Novanto sembari memberikan sebuah buku yang tertera nama sang anak. 

Saat ini, Novanto tengah jalani penahanan atas kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Kasusnya tengah disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.


sumber viva

 


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital