MENU TUTUP

Sambut Poros Ketiga, PSI Dukung AHY Jadi Cawapres Jokowi

Ahad, 11 Maret 2018 | 09:04:37 WIB | Di Baca : 1867 Kali
Sambut Poros Ketiga, PSI Dukung AHY Jadi Cawapres Jokowi

SeRiau - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut baik wacana pembentukan poros ketiga dalam Pemilihan Presiden 2019. Diutarakan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, kehadiran poros di luar Joko Widodo dan Prabowo Subianto, bisa meredam ketegangan antar masyarakat.

"Kalau hanya dua calon, itu ketegangan, fragmentasi di masyarakat tinggi. Saya berharap dengan tiga calon mungkin lebih rileks gitu ya," kata Raja Juli Antoni yang akrab disapa Anton di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/3/2018).

Menurut dia, PSI sebagai pendukung pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi dua periode, menilai kehadiran poros ketiga dapat mendorong semangat simpatisan untuk lebih giat memenangkan jagoan mereka di Pilpres 2019 nanti.

"Jadi ini akan memotivasi koalisi pendukung Jokowi, walaupun ada tiga calon tapi kita harus bisa menang satu putaran, 50 persen plus 1," tegas Anton percaya diri.

Desas-desus poros ketiga memang masih sebatas wacana, kendati tak sedikit pula partai politik yang mendukung. Sebelumya, PKB, PAN, dan Demokrat di level kesekjenan tampak sudah bergerak terkait wacana itu. Mereka menilai positif untuk penjajakan poros ketiga tersebut

"Poros ketiga, ya sudah kita bahas tapi belum detil," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di sebuah cafe bilangan SCBD, Kamis 8 Maret 2018.

Salah satu nama yang baru-baru muncul jelang Pilpres 2019 dan dikaitkan dengan poros ketiga adalah Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY). Namun menurut Anton, sosok AHY pantas mendampingi Jokowi di periode kedua nanti.

"Kalau lihat dia bicara, leadership, gesture kelihatan. Kalau Beliau jadi cawapres, kalau Pak Jokowi rela bersedia, saya kira itu terserah Pak Jokowi ya," ungkap Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni.

Kriteria Pendamping Jokowi

Menurut Anton, sosok pendamping Jokowi kelak haruslah yang lebih muda dari Jokowi.

"Ini akan menjadi junior partner untuk membangun bangsa ini, sekaligus bisa grooming membangun Indonesia 5 tahun ke depan setelah Jokowi lengser. Supaya ada sustainibility. Jadi yang sudah dipikirkan dan dibangun akan berkelanjutan," dia menjelaskan.

Meski demikian, Anton mengakui jejak politik putra sulung Presiden ke-6 RI tersebut masih minim. Dia mendorong agar AHY bisa lebih memadatkan lagi jam terbangnya untuk bisa menuju Pilpres 2019. (*JJ)

 

Sumber: liputan6


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Kadin: Nobar Piala Dunia 2026 Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

3

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

4

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

5

Workshop BRK Syariah Beri Nilai Tambah bagi UMKM, Nasabah Kini Lebih Siap Mengakses Pembiayaan