MENU TUTUP

Jokowi Akui Kalah Ganteng dan 'Cling' dengan AHY

Sabtu, 10 Maret 2018 | 12:22:16 WIB | Di Baca : 1620 Kali
Jokowi Akui Kalah Ganteng dan 'Cling' dengan AHY

SeRiau -- Presiden Joko Widodo hadir di pembukaan Rapimnas Partai Demokrat. Menurut Jokowi, hal pertama yang diperhatikan olehnya sebelum berangkat ke Rapimnas yang digelar di Sentul, Bogor itu adalah soal kerapian dalam berpakaian.

"Saya kalau diundang ke Demokrat siap-siap setengah hari terutama terkait pakaian. Sampai saat ini saya masih jauh terkait kerapian dengan SBY. Ini saya dari Subuh siap-siapnya," kata Jokowi saat membuka Rapimnas, Sabtu (10/3).

Tak hanya dengan SBY, Jokowi pun mengakui kalah rapi dengan putra Presiden RI ke-6 itu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Belum selesai dengan Pak SBY, ini hadir AHY sudah muda, ganteng, pinter kalau pakaian rapi dan cling ya dengan saya lebih jauh lagi," ungkap Jokowi yang disambut tawa peserta rapimnas.

Menurut Jokowi, soal kerapian pakaian tersebut juga sudah pernah dia sampaikan saat dirinya hadir di Kongres Partai Demokrat di Surabaya tahun 2015 lalu. Namun hingga kini, Jokowi mengakui kekalahannya jika dinilai soal kerapian pakaian.

"Sampai sekarang saya merasa masih jauh sekali dalam hal berpaikaian dengan Pak SBY. Ini tadi juga sama. Dari Subuh sudah pakai jas yang mana pake dasi yang mana. Karena saya harus nebak-nebak Pak SBY pakai pakaian yang mana. Jadi sekali lagi kalau mau bersiap hadir di undangan Demokrat memang betul-betul harus rinci karena ada Pak SBY dan mas AHY," demikian Jokowi. (sumber CNN Indonesia)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital