MENU TUTUP

Penggugat UU MD3 Nilai Sikap Jokowi Perkuat Gugatan ke MK

Kamis, 22 Februari 2018 | 10:13:23 WIB | Di Baca : 1526 Kali
Penggugat UU MD3 Nilai Sikap Jokowi Perkuat Gugatan ke MK

Jakarta, SeRiau - Presiden Jokowi masih belum mau menandatangani revisi UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Kuasa hukum penggugat undang-undang tersebut, Imanputra Sidin merasa mendapat dukungan.

"Langkah kami untuk mendaftarkan gugatan itu mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi," kata Iman saat berbincang dengan detikcom, Rabu malam (21/2/2018).

Menurut Irman, Jokowi telah melihat ada ketidaksesuaian dari DPR. Dia yakin sikap Jokowi ini bisa memperkuat gugatan ke MK.

"Harusnya efektif," imbuh Irman.

Penggugat UU MD3 berasal dari Forum Kajian Hukum & Konstitusi (FKHK). Irman ditunjuk sebagai kuasa hukum mereka.

Mereka menggugat pasal tentang pemanggilan paksa yang tertuang di pasal 73, pasal 122 tentang kritik ke anggota DPR dan pasal tentang imunitas anggota dewan pasal 245. Gugatan itu telah didaftarkan ke MK pada Rabu (14/2) dengan nomor registrasi 1756/PAN.MK/II/2018.

Sebelumnya Jokowi menegaskan dirinya belum menandatangani revisi UU MD3. Jokowi menilai revisi undang-undang ini justru menimbulkan keresahan-keresahan.

"Ya saya memahami keresahan-keresahan yang ada di masyarakat. Banyak yang mengatakan, ini hukum dan etika kok dicampur aduk. Ada yang mengatakan politik sama hukum kok ada campur aduk. Ya itu pendapat-pendapat yang saya baca, yang saya dengar di masyarakat," kata Jokowi saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.*#

Sumber: detiknews


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital