MENU TUTUP

Ada Tikus Berkeliaran, Ini Tanggapan BreadTalk Indonesia

Ahad, 04 Februari 2018 | 16:52:26 WIB | Di Baca : 1675 Kali
Ada Tikus Berkeliaran, Ini Tanggapan BreadTalk Indonesia

SeRiau – Perusahaan roti ternama BreadTalk langsung memberikan tanggapan terkait beredarnya video dua tikus berkeliaran di salah satu gerainya di Yogyakarta. Desakan untuk melakukan klarifikasi pun diarahkan ke pihak manajemen BreadTalk Indonesia.

Menurut Public Relation BreadTalk Indonesia, Agnes Octa Priyanti, video ini diunggah oleh petugas loading pada pukul 11 malam di saat toko sudah tutup dan sudah dipastikan tidak ada produk di display.

"Kami juga telah menindaklanjuti hal ini dengan membersihkan seluruh alat yang digunakan untuk membuat roti, pemberian disinfektan dan menyimpan seluruh bahan baku dengan aman dan baik untuk menjaga kualitas produk," kata Agnes lewat pesan singkat yang dikirimkan ke VIVA, Sabtu 3 Februari 2018.

Sebelumnya akun instagram BreadTalk Indonesia juga ramai dengan banyaknya 'serangan' yang dilakukan netizen. Dan lewat akun instagramnya yang diunggah akun @tanntee_rempong, BreadTalk Indonesia juga telah meminta maaf.

Dalam akun instagram @tya_pramudiasari yang meminta klarifikasi, BreadTalk Indonesia juga telah meminta maaf atas peristiwa ini. 

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada semua customer tanpa terkecuali."

Manajemen BreadTalk Indonesia juga berjanji akan melayani para konsumen dengan lebih baik dan berjanji peristiwa serupa tidak akan terulang kembali.

 

 

 

 

sumber VIVA


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital