MENU TUTUP

Pertemuan 2 Lempeng Sebabkan Gempa Banten

Selasa, 23 Januari 2018 | 15:11:13 WIB | Di Baca : 1897 Kali
Pertemuan 2 Lempeng Sebabkan Gempa Banten

 

Jakarta, SeRiau- Gempa 6,1 skala Richter (SR) terjadi di wilayah Banten dan dirasakan hingga Jakarta dan Bogor. Disebutkan gempa tersebut terjadi akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. 

"Gempa bumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochamad Riyadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (23/1/2018). 

Gempa diketahui berada di kedalaman 61 km dan berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan dari Kota Muarabinuangeun, Banten. 

"Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI)," jelas Riyadi. 

Setelah gempa pertama, ada tiga gempa susulan dengan kekuatan 3,5 SR. Riyadi mengimbau warga tidak panik dan tidak termakan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Cilangkahan (Banten), diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Riyadi. 

Gempa tak berpotensi menimbulkan tsunami. Saat gempa mayoritas, pekerja kantoran di Jakarta memilih keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri. (Sumber : Detiknews.com)


Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

M. Maliki Apresiasi Kepemimpinan Gibran: Pemimpin Muda yang Mau Turun Langsung ke Lapangan

2

Tokoh Pemuda Rohil: Kunjungan Wapres Harus Membawa Perubahan dan Perhatian Lebih Besar untuk Daerah

3

126 Murid SMKN 1 Tambang Prakrin di Perusahaan, Kepsek: Siap Bersaing di Dunia Kerja

4

O2SN Tingkat Provinsi Riau, Dika Murid SMAN 1 Kateman Siap Berikan yang Terbaik.

5

FIKOM UMRI Gelar International Guest Lecturer, 200 Mahasiswa Dalami Strategi Komunikasi Krisis di Era Digital