Sempena HUT Yang ke-236, Pekanbaru Diharapkan Mampu Tunjukkan Jati Diri Sebagai Pusat Peradaban

Rabu 1/7/20

 

SeRiau- Dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Rapat Paripurna istimewa hari Ulang Tahun (HUT) kota Pekanbaru ke-236 berlangsung lancar dan penuh dengan kesederhanaan. 

Rapat paripurna HUT Pekanbaru ke-236 ini berlangsung pada Selasa (23/6/2020) di ruang rapat paripurna ini dihadiri sejumlah pejabat penting, baik dilingkungan eksekutif legislatif dan yudikatif Kota Pekanbaru, juga dihadiri langsung oleh Gubernur Riau. 

Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani, didampingi juga Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama, Tengku Azwendi Fajri, Nofrizal. Juga diikuti oleh seluruh anggota DPRD Kota Pekanbaru. 

Dari kalangan eksekutif, hadir langsung Walikota Pekanbaru Firdaus bersama Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, juga dihadiri pejabat tinggi dilingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sementara dari kalangan Yudikatif, hadir Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, dan Dadim 031 Wirabima serta Kejari Pekanbaru dan Kepala Pengadilan. 

Saat awal dibukanya paripurna,  para tamu undangan di suguhkan visual bagaimana terbentuknya Kota Pekanbaru. Yang kala itu berawal dari nama Senapelan dan tak luput dari campur tangan Kerajaan Siak Sri Inderapura. Kota Pekanbaru saat ini telah tumbuh dan berkembang pesat, dan sebagai Ibukota Provinsi Riau telah mampu menujukan jati dirinya sebagai pusat peradaban di Sumatera. 

Dengan slogan Smart City Madani dapat mensejajarkan dengan kata-kata besar lainnya, baik itu di pulau Sumatera maupun di Indonesia pada umumnya. 

Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani menyebutkan bahwa hal itu tidak luput dari sinergitas dari setiap lembaga, yang telah berusaha keras untuk membuat Kota Pekanbaru menjadi seperti sekarang ini. 

"Tentu tidak luput dari kerja keras seluruh lapisan masyarakat kerjasmaa yang baik eksekutif, legislatif yudikatif yang secara bersama-sama dan bergandeng tangan dalam mencapai visi kota pekanbaru," kata Hamdani

Sebagaimana yang telah tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 1 Tahun 2011 yaitu sebagai pusat perdagangan dan jasa pendidikan serta pusat kebudayaan melayu menuju masyarakat yang sejahtera berlandaskan iman dan takwa. 

Sementara itu, Gubernur Riau mengapresiasi hasil yang telah dicapai oleh Kota Pekanbaru yang juga dikenal sebagai Kota Metropolitan yang telah mampu mengantarkan Pekanbaru menjadi sentra ekonomi. 

"Pekanbaru menjadi salah satu sentra ekonomi dibagian timur pulau Sumatera dan juga sebagai Kota dengan tingkat imigrasi dan urbanisasi yang tinggi," jelas Syamsuar. 

Pekanbaru yang dahulu dikenal menjadi Kota perniagaan yang didukung oleh akses laut, kini menjadi kota moderen. 

"Pekanbaru menjadi salah satu kota dengan tujuan investasi di pulau Sumatera, dan ini berada di peringkat 1,"ujar Syamsuar.  

Apalagi, saat ini Kota Pekanbaru dengan semboyan Smart City Madani membuat pelayanan semakin mudah seiring berkembangnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Syamsuar juga memuji Pemko Pekanbaru yang berhasil menangani wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Pekanbaru dengan menerapkan berbagai inovasi dan juga strategi.

"Bersempena hari jadi Kota Pekanbaru ke-236, kita tingkat kewaspadaan terhadap wabah Covid-19 dengan tatanan hidup baru dalam pemulihan ekonomi menuju Smart City Madani," jelasnya. 

Di samping itu, Walikota Pekanbaru Firdaus menuturkan dalam memajukan Kota Pekanbaru. Dirinya berharap sinergi antara ulama, umaro dan umat berjalan dengan baik sehingga menimbulkan program pemerintah dalam rangka mensejahterakan rakyat bisa terwujud. 

"Kita tidak bisa menjadi superman hari ini dalam usaha perorangan maupun dalam konteks membangun negeri, maka dari itu kita akan mendapatkan hasil dari apa yang kita cita citakan secara sukses bilamana mampu membangun tim yang kuat. Maka umara, ulama dan umat itu adalah tim yang padu, kalau orang tua Melayu menyebutkan tiga tungku sejarangan. Tungku tradisional ada tiga, kalau patah satu tidak bisa kita memasang. Dari itu umara, ulama dan umat harus bersinergi," jelasnya. 

Untuk di daerah sendiri terdapat eksekutif dan juga legislatif, dalam arti ini adalah satu badan dua kepala. Tentunya umara harus kompak dan mampu bekerjasama dengan ulama, dan umara harus mampu mengajak masyarakat untuk terlibat dalam membangun, berpartisipasi dan gotong royong. 

"Inilah resep suksesnya pembangunan, maka kata orang bijak yang saya kutip pemimpin akur, rakyat makmur," harapannya.(***)