Hubungan Ekonomi Indonesia-China Makin 'Mesra' Meski Di Tengah Pandemik Covid-19

  • Sabtu, 15 Agustus 2020 - 00:13:51 WIB | Di Baca : 1729 Kali

SeRiau - Hubungan ekonomi antara Indonesia dan China masih tetap terjalin "mesra" meski di tengah krisis pandemik Covid-19 yang terjadi.

Pada triwulan kedua tahun 2020 ini, negeri tirai bambu mencatat pertumbuhan ekonomi 3,2 persen setelah terkontraksi 6,8 persen di triwulan pertama tahun ini. Situasi ini diharapkan dapat ikut serta mendorong peningkatan kerjasama dengan Indonesia.

Menurut keterangan dari KBRI Beijing mengenai diplomasi KBRI Beijing semester I tahun 2020, yang diterima redaksi (Jumat, 14/8), tahun 2020 yang juga bertepatan dengan 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia-China, merupakan momen yang tepat untuk fokus pada peningkatan diplomasi ekonomi Indonesia-China, terutama pada tiga aspek utama, yakni perdagangan (trade), pariwisata (tourism) dan investasi (investment) (TTI), khususnya dengan mengoptimalkan berbagai peluang ekonomi yang tersedia.

Loading...

Selama paruh pertama tahun 2020 ini saja, didukung dengan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-China, kerjasama kedua negara mengalami peningkatan di berbagai bidang.

Selama periode ini, meski di tengah pandemik Covid-19, China masih merupakan investor kedua terbesar di Indonesia setelah Singapura dengan nilai investasi sebesar 2,4 miliar dolar AS. Jumlah ini naik 9 persen dari periode yang sama tahun lalu, yakni 2,2 miliar dolar AS.

Bukan hanya itu, dalam periode waktu yang sama, China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan total perdagangan kedua negara pada Semester I tahun 2020 mencapai 35.6  miliar dolar AS.

Walaupun pada periode ini China masih mengalami surplus terhadap Indonesia sebesar 986 juta dolar AS, namun defisit perdagangan Indonesia terhadap China pada triwulan pertama tahun 2020 sempat tercatat mengecil sebesar 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Pada triwulan pertama tahun 2020 ini, beberapa produk unggulan Indonesia mencatat kenaikan signifikan, antara lain:

1. Batubara (HS 2701) naik 74,42 persen
2. Besi dan baja (HS 7202) naik 196,40 persen
3. Sarang Burung Walet (HS 0410) naik 189,61 persen
4. Ikan Frozen (0303) naik 53,78 persen
5. Buah Tropis (HS 0804) naik 22,29 persen
6. Buah dalam kemasan (HS 2007) naik 320,27 persen
7. Ikan kalengan (0305) naik 92,59 persen
8. Sepatu (HS 6403) naik 24,59 persen
9. Furnitur (HS 9404) naik 30,87 persen
10. Kayu olahan (HS 4409) naik 222.44 persen
11. Elektronik (HS 8541) naik 14,70 persen

Meski begitu, di beberapa sektor lainnya memang terdapat penurunan drastis, seperti pariwisata. Hal ini terjadi lantaran dampak pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara asal China ke Indonesia melalui seluruh pintu masuk pada Semester I menurun drastis sebesar 80,74 persen dengan total 202.204 kunjungan.

Namun, KBRI Beijing tidak tinggal diam dan menjalin kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Bali Tourism Board terus melakukan promosi  pariwisata di Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menyiapkan materi promosi digital "work from Bali" dan mempersiapkan destinasi wisata dengan protokol kesehatan.

Selain itu, KBRI Beijing juga berkomitmen untuk mendorong peningkatan kerja sama di bidang ekonomi digital, serta industri bernilai tambah khususnya di sektor kesehatan dan kendaraan listrik, virtual business dan gaya hidup sehat.

Sedangkan di sektor ekonomi digital sebagai keunggulan utama China, Indonesia juga merintis dan melakukan kerja sama e-commerce, fintech dan infrastruktur digital  dengan perusahaan-perusahaan terkemuka China, antara lain ByteDance, Meituan Inc, Alibaba Ant Financial, Jumore, JD.com, Baidu Inc serta Tencent Holdings Ltd. (**H)


Sumber: rmol.id




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar