Ada Aplikasi Injil Berbahasa Minang, Guspardi Gaus: Aparat Harus Proaktif, Supaya Tidak Timbulkan Kegaduhan

  • Rabu, 03 Juni 2020 - 05:29:17 WIB | Di Baca : 674 Kali

SeRiau - Politisi dari Partai Amanat Nasional asal Sumatera Barat, Guspardi Gaus dibuat geram dengan adanya aplikasi Injil berbahasa Minang yang meresahkan masyarakat.

Guspardi mengatakan, orang asli Minang merupakan pemeluk agama Islam yang taat, sehingga tidak mungkin membuat aplikasi kitab suci agama lain.

Dia menduga adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja merusak keharmonisan masyarakat minang.

Loading...

“Kalau Sumarera Barat itu geografis, kalau minang itu adat istiadat dia turun temurun, ada upaya barangkali suasana gaduh, tidak harmomis, seolah-olah orang Minang ada yang non-Islam, tidak. Kalau keluar dari Islam dia bukan Minang, kalau dia keluar dari Islam enggak masalah itu hak dia, tapi jangan dibawa-bawa minang,” geramnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/6).

“Agama itu kan pribadinya, jadi silahkan saja dia pindah agama, enggak ada persoalan tapi jangan dijadikan manuver,” tambahnya.

Dia mengaku kecewa dan menyayangkan ada oknum yang sengaja membuat aplikasi injil dengan berbahasa Minang.

Kata Guspardi, seharusnya jika ingin lebih komunikatif dapat menggunakan bahasa Indonesia yang mudah dipahami semua masyarakat.

“Kenapa harus dibuat bahasa Minang? Apa Tujuannya? Kalau mau yang lebih komunikatif, pakai bahasa Indonesia bisa dipakai oleh semua orang. Nah ini ada apa?!” tegasnya.

Pihaknya meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan mengenai adanya aplikasi yang menuai polemik di kalangan masyarakat tersebut.

“Seharusnya, aparat penegak hukum pro aktif dengan masalah ini, supaya tidak menimbulkan kegaduhan. Kalau mau mentransformasikan (injil) ini, kenapa tidak bahasa Indonesia saja? Jadi ada apa di balik ini,” bebernya.

Guspardi mengaku, seluruh masyarakat adat Minang resah dengan adanya hal tersebut dan mengendus adanya oknum yang sengaja membuat gaduh di ranah minang.

“Tentu ini membuat keresahan, Minang itu ada tata krama ada kultur bydayanta kan gitu, jadi jangan dirusak dengan cara-cara yang tidak elegan ini. Jadi saya yakin ini ada oknum tertentu,” tandasnya. (**H)


Sumber: rmol.id




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar