Peringati Hari Lahir Pancasila, Nofrizal : Mari Bergandengan Tangan Bangkit dari Keterpurukan !

  • Senin, 01 Juni 2020 - 21:16:38 WIB | Di Baca : 1560 Kali
Ir Nofrizal MM Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Bersama Istri

 

SeRiau- Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini benar-benar beda. Namun, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM menyambut hari atas peringatan hari lahir Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat kota Pekanbaru khususnya, untuk bangkit dari keterpurukan dampak pandemi covid-19 ini.

Dia juga mengajak agar dapat kembali kepada nilai-nilai Pancasila yang terdapat didalam butir-butirnya.

Loading...

"Kembali kepada nilai nilai yang ada, pada butir butir Pancasila yang disampaikan bung Karno pada pidatonya," ungkap Nofrizal, Senin (1/6) kepada wartawan.

Dari apa yang disampaikan Bung Karno (Presiden Indonesia Pertama, red) itu, kata Politisi PAN ini, adalah, Pancadila itu benar-benar satu  dasar yang dinamis yang dapat mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Indonesia maju, Indonesia jaya, kembali bangkit dari keterpurukannya akibat covid 19, ini harus jadi perhatian bersama untuk bersatu,''katanya lagi.

Dipaparkan Nofrizal, dahulu yang dihadapi adalah penjajah yang sangat jelas menindas dan pembodohan bangsa Indonesia. 

"Hari ini kita harus kembali kepada jiwa luhur pendiri bangsa Indonesia, kembali dengan cita-cita nya menuju kesejahteraan bangsa Indonesia," harapnya.

Tentunya, dijelaskan Nofrizal dengan mendahulukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, kebutuhan dasarnya, dan kebutuhan jiwanya.

Dikatakan Nofrizal dalam bunyi Pancasila itu, ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, harus benar-benar ditumbuhkan dalam diri.

"Saat ini, itu yang sudah mulai hilang. Kita lebih terfokus pada pembangunan fisik dan, pertumbuhan ekonomi secara makro yang hanya menguntungkan pada golongan tertentu," paparnya lagi.(***)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar