Satu Hal yang Membuat Inter Milan Gagal Datangkan Lionel Messi

  • Senin, 25 Mei 2020 - 08:55:34 WIB | Di Baca : 1841 Kali

SeRiau - Klub Serie A Italia, Inter Milan, rupanya pernah mati-matian mengejar mega bintang Barcelona dan timnas Argentina, Lionel Messi.

Kengototan Inter Milan mendatangkan Messi diungkapkan secara langsung oleh mantan direktur teknik klub berjuluk La Beneamata tersebut, Marco Branca.

Branca pernah memegang jabatan penting di jajaran manajemen Inter Milan pada periode 2002-2014.

Loading...

Selama kariernya di manajemen Inter Milan, Branca banyak berurusan dengan kebijakan transfer pemain yang dijalankan La Beneamata.

Salah satu rencana ambisius Inter Milan adalah mendatangkan Lionel Messi pada 2008.

Branca mengungkapkan bahwa saat itu Inter Milan sangat ingin memboyong Messi ke Giuseppe Meazza.

Bahkan, demi bisa mendapatkan tanda tangan Messi, La Beneamata siap melakukan apa saja, termasuk memecahkan rekor transfer dunia.

"Ya, kami berusaha mendatangkan Leo (Messi), tetapi dia tidak ingin meninggalkan Barcelona," kata Branca kepada Libero, seperti dikutip dari Goal.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab kegagalan transfer Messi adalah pemain berjuluk La Pulga itu tidak tertarik dengan kontrak menggiurkan yang ditawarkan Inter Milan.

"Dia merasa bersyukur berada di Barcelona. Uang tidak selalu menjadi hal yang utama," tutur Branca.

Rencana Inter Milan untuk mendatangkan Messi tersebut dibenarkan oleh mantan presiden La Beneamata, Massimo Moratti.

"Messi adalah pemain impian semua orang, tetapi dia tidak akan meninggalkan Barcelona. Dia masih yang terbaik di antara semuanya," ucap Moratti.

Meski gagal mendatangkan Messi, dua tahun kemudian Branca membayarnya dengan menggaet pemain-pemain penting seperti Samuel Eto'o, Diego Milito, dan Wesley Sneijder yang menghasilkan gelar treble winners bagi Inter Milan pada musim 2009-2010.

Branca lantas membocorkan rahasia kesuksesannya di bursa transfer pemain, salah satunya ketika menukar Zlatan Ibrahimovic dengan Samuel Eto'o yang saat itu masih bermain untuk Barcelona.

"Kami mendatangkan pemain yang marah karena mendapatkan penolakan dari klub lamanya," tutur Branca.

"Ibra mengatakan kepada kami bahwa dia tidak ingin lanjut bermain di Inter. Kami menempatkan dia di daftar jual dan mencari pengganti yang ideal, lalu kami mendapatkan Eto'o," ucap Branca. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar