1.068 Mahasiswa UMRI Jalani KKN Satgas dan Non Satgas

  • Senin, 18 Mei 2020 - 21:37:23 WIB | Di Baca : 1066 Kali

 

Seriau,- Sebanyak 1.068 mahasiswa Universitas Muhamadiyah Riau (Umri) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditengah Pandemi Covid 19. Kegiatan KKN yang dilepas Wakil Rektor III Umri, dr. Taswin Yakub sekaligus melaunching KKN Satgas Covid dan Non Satgas di Kampus Utama Umri Jalan Tuanku Tambusai, Senin (18/5) pagi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Umri, Muhammad Ridha Fauzi ST MT dihadapan perwkilan peserta KKN mengatakan ditengah Pandemi Covid 19 ini, pola KKN yang diterapkan yakni KKN Satgas Covid dan KKN Non Satgas. Untuk KKN Satgas diikuti 200 mahasiswa. Kegiatan KKN ini meliputi pendistribusian sembako, hand shop dan masker kepada mahasiswa Umri, warga Muhammadiyah dan masyarakat umum sekitar kampus Umri terdampak Covid-19. Selain itu, Satgas juga melakukan pemasangan spanduk edukasi  Covid ditengah masyarakat. Kegiatan KKN Satgas ini berlangsung selama empat hari mulai, Sabtu (16/5) hingga Rabu (20/5) mendatang.

Loading...

" Jumlah paket sembako yang dibagikan ada 500 paket, 2000 hand shop dan 2000 masker. Lokasi pembagian difokuskan di Kota Pekanbaru saja," kata M.Ridha Fauzi, Senin (18/5) disela kegiatan.

Selain KKN Satgas Covid, kata Ridha, pola KKN Non Satgas diikuti 868 mahasiswa. Pelaksanaan KKN ini dilakukan setelah lebaran Idul Fitri selama satu bulan. Bentuk kegiatannya mengedukasi masyarakat saat Pendemi Covid-19. Edukasi yang dilakukan mahasiswa KKN Non Satgas juga di Kota Pekanbaru. Mereka tidak bertemu atau bertatap langsung dengan masyarakat namun mereka membuat konten-konten kreatif yang isinya mengedukasi masyarakat sesuai anjuran pemerintah terkait Covid-19." Edukasi itu bisa dalam bentuk film, info-info dalam media sosial, dan lain sebagainya," kata Ridha

Dikatakan Ridha, penilaian KKN bagi mahasiswa tidak seperti tahun sebelumnya. Mengingat KKN sekarang ini ditengah Pandemi Covid 19 sehingga dalam penilaian tidak seketat KKN tahun sebelumnya. Penilaian tetap dilakukan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)." Kalau penilaian KKN Satgas dilakukan 4 orang DPL," kata Ridha. 

Sementara Warek III Umri, dr. Taswin Yakub mengatakan, KKN ini merupakan perkuliahan wajib bagi mahasiswa karena sudah tercantum dalam kurikulum. Adanya, pendemi Covid-19 saat ini, maka Umri membuat pola KKN mahasiswa berkolaborasi dengan tim satgas Covid-19." KKN yang kita buat untuk memerangi Covid-19. Kita berharap tim satgas Covid Umri bersama mahasiswa KKN dapat bersinergi dengan baik. Mahasiswa tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah salah satunya selalu mengunakan masker," kata Taswin

Hadir dalam peluncuran sekaligus pelepasan mahasiswa KKN diantaranya Wakil Rektor I, Sri Fitria Retnawaty SSi MT, Warek II Umri, Bakaruddin SE MM, dosen dan perwakilan mahasiswa KKN.(zal)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar