Protap Covid 19 Dilanggar, Masyarakat Padati Mall Jelang Lebaran

Nurul Ikhsan : Pemko Jangan Biarkan Masyarakat Tanpa Pengawasan !

  • Senin, 18 Mei 2020 - 02:30:06 WIB | Di Baca : 1190 Kali
Nurul Ikhsan Anggota DPRD Pekanbaru Fraksi Gerindra Komisi IV

 

SeRiau- Tradisi berbelanja jelang Hari Raya Idul Fitri tampaknya sulit ditinggalkan oleh sebagian masyarakat. Meskipun di tengah penerapan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) , sejumlah Mall di Pekanbaru ramai diserbu pengunjung.

Berdasarkan pantauan, Ahad (17/05/2020) di Mal SKA Jalan Soekarno-Hatta, pengunjung memenuhi berbagai toko, antrean di kasir dan stand pakaian terpantau dipadati pengunjung tanpa mempedulikan physical distancing yang merupakan anjuran pemerintah untuk menghindari terpapar Virus Corona (Covid-19).

Loading...

Meski demikian seluruh pengunjung yang datang di Mal SKA terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh dan diharuskan mencuci tangan dan menggunakan masker oleh para petugas keamanan.

Tak hanya di Mall SKA, keramaian juga terlihat di Suzuya Pasar Kodim. Namun berbeda dengan Mal SKA para petugas tidak terlihat melakukan pengecekan suhu tubuh meskipun ada Thermo Gun di genggam. Dan juga banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Nurul Iksan mengaku khawatir karena melihat pusat-pusat perbelanjaan dan Mall mulai ramai, dan sebagian pengunjungnya tak menaati protokol kesehatan yang dianjurkan guna mencegah penularan covid-19.

"Ini seolah dilakukan pembiaran. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru harusnya tegas dalam menyikapi setiap peraturan yang dibuat," sebutnya.

Politisi Gerindra ini menyebut, berbahaya jika hal ini tidak di awasi. Keselamatan jiwa lebih perlu dari pada menyelamatkan putaran perekonomian para pemilik pusat perbelanjaan di kota ini. 

"Aparat harus diterjunkan di berbagai tempat beresiko tersebut untuk melakukan peringatan dan tindakan persuasif agar warga taat terhadap protap kesehatan," tegasnya.

Menurutnya, saat ini kasus Covid-19 di Pekanbaru belum bisa dikatakan terkendali apalagi aman.

"Jika tidak ada tindakan tegas dan massif terhadap warga di tempat-tempat beresiko tinggi, maka dikhawatirkan ada penambahan kasus positif yang sangat banyak di Pekanbaru. Kita harus sadari hal itu,” tandasnya. (***)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar