Direksi TVRI: Jumlah Program Asing Tak Sefantastis yang Dibilang Dewas

  • Senin, 27 Januari 2020 - 18:47:37 WIB | Di Baca : 278 Kali

SeRiau - Direksi TVRI menjelaskan slot penayangan program asing yang menjadi salah satu alasan Dewan Pengawas (Dewas) memecat Helmy Yahya sebagai direktur utama. Direktur Program dan Berita TVRI, Apni Jaya Putra, mengatakan penayangan sejumlah program asing sesuai dengan visi Dewas.

"Soal Discovery dan program asing di TVRI, Dewas TVRI dalam visinya mengamanatkan TVRI sebagai world class public broadcasting. Karena itu TVRI membuka hubungan lagi dengan internasional," kata Apni dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Senin (27/1).

Namun, kata dia, penayangan program internasional tak berlebihan seperti yang disampaikan Dewas. Ia menyebut, tahun 2019 jumlah program asing yang tayang hanya 0,06 persen dari keseluruhan program.

Loading...

"Jumlah program asing yang tayang di TVRI bukanlah sefantastis seperti yang dilaporkan oleh Dewas. Tahun 2019, jumlah program asing yang tayang hanya 478 jam atau hanya 0,06 persen dari jumlah jam tayang TVRI yaitu 7.847 jam setahun atau kira-kira 8.000 jam per tahun," ucap Apni.

Menurut Apni, dengan adanya program internasional, TVRI dapat mengurangi jumlah program tayangan ulang. Sebab, TVRI masih memiliki keterbatasan anggaran.

"Program asing dan live olahraga juga berkontribusi pada pengurangan nilai jam rerun TVRI. Jika tahun 2017 siaran ulang atau rerun sebanyak 55 persen karena keterbatasan anggaran, tahun 2018 berkurang menjadi 47 persen dan 2019 menjadi 45 persen," ucapnya.

"Angka rerun TVRI masih tinggi jika melihat industri saat ini angkanya di kisaran 10-20 persen. Ini karena kemampuan penganggaran program TVRI hanya sepersepuluh TV swasta," sambung dia.

Direksi menjelaskan, program asing merupakan bagian dari kerja sama TVRI dengan pihak asing. Program asing juga dapat menyumbangkan program hingga 200 jam penayangan selama 2 tahun.

"Kerja sama dengan Discovery adalah kerja sama strategis. TVRI membeli program 200 jam dengan harga 800 USD per jam atau sekitar 12 juta untuk tahun 2019 dan 2020 hanya 100 jam. Dalam MoU, Discovery bersedia mendistribusikan program terbaik TVRI termasuk kerja sama produksi," pungkas dia. (**H)


Sumber: kumparan.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar