Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo

  • Rabu, 22 Januari 2020 - 06:45:38 WIB | Di Baca : 328 Kali

SeRiau - Selasa (21/1/2020), Kapal Phinisi Bali milik Hotel Plataran Resort Komodo di Labuan Bajo, NTT, tenggelam sekitar pukul 12.00 WITA.

Peristiwa kapal tenggelam itu terjadi di sekitar Pulau Bidadari, pada koordinat S 08° 28 541' - E 119° 50 947' saat berlayar menuju ke Plataran Resort Labuan Bajo,

Kapal phinisi tersebut tesebut membawa wartawan Istana yang meliput kunjungan Presiden Jokowi di wilayah Labuan Bajo sejak Minggu (19/1/2020).

Loading...

Kapolres Manggarai Barat AKBP Handoyo Santoso mengatakan dari keterangan Andy Ahmad (28), kapten kapal, ada 9 orang tamu dari pers kepreidenan yang ikut di Kapal Phinisi Bali.

Kapal itu bertolak dari Dermaga Kayu Plataran Resort Labuan Bajo sekitar pukul 11.00 WITA menuju ke Bidadari, yang berjarak sekitar 0,5 mil. Para wartawan berencana untuk mengambil gambar.

Kemudian pada pukul 11.30 WITA, posisi kapal yang berada di Pulau Bidadari langsung berputar haluan menuju ke arah Labuan Bajo dan kapal terus berlayar.

Sekitar pukul 12.00 WITA, tiba-tiba angin kencang menerpa kapal. Sedangkan layar kapal yang sebelumnya digunakan untuk berlayar belum sempat diturunkan.

Saat diterpa angin kencang, kapal langsung terbalik dan terjatuh ke sebelah kiri.

Kapten kapal dan kru kapal lansung mengeluarkan life jacket dan life raf untuk para penumpang.

Pukul 12.25 WITA, tiga unit speedboat milik Plataran menuju Perairan Bidadari untuk mengevakuasi semua penumpang kapal dan langsung membawa mereka ke Plataran Resort Labuan Bajo.

"Saat ini, para penumpang sedang berada di Plataran Resort Labuan Bajo," ujar Handoyo, Selasa.

Kepala Bidang Humas Polda NTT Kombes Johannes Bangun mengatakan semua penumpang di kapal tersebut semuanya selamat, termasuk empat kru kapal dan dua orang keluarga kru kapal.

"Informasi sementara yang kita terima, nama-nama wartawannya yakni Dyka (SCTV), Edo (TVRI), Kristo (Berita Satu), Desca (Antara), Liza (Liputan6), Agus (Vivanews)," ujar Johannes.

Selain wartawan, menurut Johannes, ada juga yang bernama Nita dari Biro Pers Istana.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi NTT Marius Jelamu mengatakan semua wartawan sudah dievakuasi ke Hotel Plataran Komodo Resort, Labuan Bajo.

Ia juga mengatakan sejumlah peralawan kerja wartawan Istana Presiden terkena air laut.

"Yang terpenting penumpang selamat dan ABKnya, peralatan kerja bisa dibeli lagi," kata Jelamu.

Angin kencang di Perairan Komodo

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, 21 Januari 2020, Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenotek mengatakan berdasarkan pantau Stasiun Meteoroligi Komodo, sekitar pukul 10.00 WITA-11.00 WITA ada angin kencang berkekuatan 20 knot secara tiba-tiba.

Angin kencang tersebut terjadi selama kurang lebih 30 menit Perairan Komdo yang terpantau baik, cerah berawan.

Menurut Sti Nenotek di wilayah Manggarai Barat saat ini sedang musim barat atau berangin yang ditandai dengan angin kencang dan gelombang tinggi.

"Tetapi angin kencang dan gelombang tinggi itu bisa setiap hari terjadi. Ada saatnya mereka gelombang satu minggu, terus kembali reda," jelasnya

Namun ia memastikan saat kapal tersebut tenggelam, tidak ada larangan berlayar di perairan sekitar Komodo karena kondisi cuaca sangat baik untuk 203 hari ke depan.

"Tidak ada larangan berlayar, karena dari kondisi prakiraan yang dimiliki oleh BMKG itu memang di perairan Komodo itu memang layak untuk berlayar," ujar dia.

Sementara itu Desca Natalia, salah satu wartawan Antara mengarakan kapal terbalik dalam hitungan detik.

Tiba-tiba anngin kencang dan ombak gede langsung hitungan detik, langsung kapal terbalik," katanya, seperti dilansir dari Antara.

Sempat digunakan menteri

Kapal Phinisi Bali milik Hotel Plataran Resort Komodo yang tenggelam di Labuan Bajo sempat digunakan oleh Menteri BUMN Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Senin (20/1/20220).

Hal tersebut disampaikan Deputi Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Selasa siang.

Bey menegaskan bahwa kapal tersebut tidak digunakan oleh Presiden Jokowi. Saat di Labuan Bajo, Presiden Jokowi sempat dua kali naik kapal phinisi namun Jokowi menggunakan kapal yang berbeda.

Kapal yang digunakan wartawan tersebut bukan yang digunakan oleh Presiden selama berada di Labuan Bajo," tegas Bey.

Tenggelamnya kapal tersebut setelah Presiden Jokowi lepas landas kembali ke Jakarta. (**H)


Sumber: KOMPAS.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar