Cabor Menembak SEA Games 2019 Terkendala Mahalnya Pajak Impor Peluru

  • Kamis, 21 November 2019 - 20:40:40 WIB | Di Baca : 59 Kali

SeRiau - Menembak menjadi satu di antara cabang olahraga (cabor) yang diandalkan mampu meraih emas pada SEA Games 2019. Sayang, persiapan atlet terhambat karena mahalnya biaya pajak impor peluru.

Sekjen Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin), Fitrian Yudit Swandarta mengatakan sejauh ini seluruh kebutuhan peluru untuk latihan masih diimpor.

Fitrian juga mengeluhkan treatment barang-barang impor yang disamaratakan. Padahal, seharusnya ada pengecualian teruntuk kepentingan negara, dalam hal ini, persiapan SEA Games 2019.

Loading...

"Kewenangan Perbakin untuk mengimpor senjata dan peluru. Kemudian, Perbakin menunjuk importir sebagai pelaksana impor," kata Fitrian disadur dari Antara.

"Kebanyakan regulasi di Indonesia perlakuannya hampir sama dengan barang-barang masuk (dari luar negeri) sehingga pajaknya tinggi," tambahnya.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali mengatakan bakal mengatasi hal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia akan berkoordinasi supaya ada biaya keringanan khusus perihal bea masuk dan pajak demi kebutuhan atlet.

"Saya kira hal-hal seperti ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Saya sebagai Menpora dan Ibu Sri Mulyani sebagai Menkeu akan memberikan penjelasan tentang alasan-alasan yang rasional tentang kebutuhan itu," tandas Zainudin.

Menpora Optimistis Cabor Menembak Bisa Dulang Emas

Meskipun menemui kendala, cabor menembak mampu memenuhi target perolehan medali SEA Games 2019 Filipina. Hal itu diungkapkan Menpora Zainudin Amali saat meninjau langsung persiapan atlet menembak di Lapangan Tembak, Senayan.

"Kita optimistis cabang olahraga menembak ini bisa mendulang emas. Dari penjelasan manajer mau pun pelatih, sepintas melihat performa atlet kita, mereka bisa menyumbangkan emas untuk Indonesia," tambah Zainudin. (**H)


Sumber: Bola.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar