Studi Sebut Polusi Udara Bisa Merusak Memori Ingatan

  • Sabtu, 19 Oktober 2019 - 05:44:02 WIB | Di Baca : 60 Kali

SeRiau - Penelitian baru di Inggris telah menemukan paparan polusi udara secara signifikan mempengaruhi memori. Polusi udara bisa menyebabkan hilangnya memori yang setara dengan penuaan hingga 10 tahun.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dari University of Warwick. Studi baru melihat sampel yang representatif secara nasional dari 34 ribu individu di 318 wilayah geografis di Inggris. Para peneliti mengumpulkan infomasi tentang kualitas udara untuk setiap kabupaten, termasuk tingkat nitrogen dioksida (NO2) dan partikel (PM10). PM10 merupakan partikel dengan diameter 10 mikrometer atau lebih kecil.

Keduanya diproduksi dengan membakar bahan bakar fosil dari knalpot mobil dan kendaraan lain, pembangkit listrik, dan emisi industri. Para peserta diminta untuk mengingat 10 kata dalam tes penarikan kata yang terstandarisasi dan diberi skor dari nol berdasarkan jawaban mereka.

Loading...

Para peneliti juga memperhitungkan usia peserta, kesehatan, tingkat pendidikan, etnis, dan status keluarga dan pekerjaa, yang mempengaruhi daya ingat. Temuan, yang akan diterbitkan dalam jurnal Ecological Economics, menunjukkan skor memori secara signifikan lebih buruk bagi peserta yang tinggal di bagian Inggris dengan tingkat NO2 dan PM10 yang tinggi.

Faktanya, para peneliti memperkirakan perbedaan memori antara wilayah terbersih Inggris, ditemukan di garis pantai barat di distrik-distrik seperti Devon serta Somerset Barat, dan daerah-daerah yang paling tercemar, seperti Kensington dan Islington di London, setara dengan hilangnya memori dari tambahan 10 tahun penuaan.

“Ketika mengingat serangkaian kata-kata, seorang pria berusia 50 tahun di Chelsea yang berpolusi tampil speerti orang berusia 60 tahun di Plymouth. Kami masih belum yakin bagaimana nitrogen dioksida dan partikel udara bertindak untuk melakukan ini,” kata rekan penulis Profesor Andrew Oswald, seperti yang dilansir dari Malay Mail.

Para peneliti mengatakan meskipun kehatian-hatian selalu diperlukan ketika menafsirkan hubungan sebab-akibat, mereka menggambarkan hasilnya sebagai memprihatinkan dan menambahkan bahwa mereka konsisten dengan hasil studi hewan. Meskipun ini adalah salah satu studi pertama yang mengonfirmasi hasil dalam manusia.

Co-writer Profesor Nattavudh Powdthavee mengungkapkan ada sedikit bukti sebelumnya tentang hubungan negatif antara tingkat polusi lalu lintas dan memori menggunakan data pada orang tua dan anak-anak.

“Tetapi hampir semua penelitian dalam studi manusia tentang topik ini telah didasarkan pada korelasi dasar dan bukan pada sampel individu yang representatif secara nasional di suatu negara. Kami telah mencoba menyelesaikan dua masalah ini dalam penelitian kami,” kata Powdthavee. (**H)


Sumber: REPUBLIKA.CO.ID




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar