Rupiah Menguat Jelang Rilis Neraca Dagang

  • Selasa, 15 Oktober 2019 - 09:27:28 WIB | Di Baca : 1138 Kali

 


SeRiau - Nilai tukar rupiahtercatat di posisi Rp14.138 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (15/10) pagi. Posisi ini menguat 0,01 persen dari penutupan Senin (14/10) kemarin, Rp14.140 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang utama Asia menguat terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,31 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, dan peso Filipina 0,11 persen.

Selain itu, dolar Singapura tercatat menguat 0,08, ringgit Malaysia menguat 0,06 persen, serta yen Jepang menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.

Di kawasan Asia, hanya lira Turki yang melemah 0,03 persen. Sementara, dolar Hong Kong dalam posisi stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.

Selain itu, mata uang negara maju terpantau bervariasi, seperti poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, dolar Kanada menguat 0,03 persen sementara euro melemah 0,02 persen terhadap dolar AS pagi ini.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar kembali khawatir dengan prospek negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok, meski kedua pihak sudah membuat kesepakatan parsial Jumat (11/10) lalu.

Pasalnya, kesepakatan tersebut butuh waktu 1 bulan untuk dituangkan dalam perjanjian.

Selain itu, kesepakatan parsial yang dihasilkan juga tidak menghapus tarif yang sudah dibebankan ke barang impor Tiongkok.

"Friksi dagang antar keduanya dikhawatirkan berlanjut.
Ini bisa melemahkan rupiah," ungkap Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (15/10).

Dari sisi domestik, menurutnya, pasar masih menunggu hasil data dari neraca perdagangan.

Dari hasil neraca tersebut, Ariston berpendapat para pelaku pasar juga mengkhawatirkan terjadinya defisit, dan penurunan aktivitas ekspor dan impor di Indonesia.

Ariston menyebut rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp14.100 sampai dengan Rp14.190 terhadap dolar AS hari ini.

 


Sumber CNN Indonesia





Berita Terkait

Tulis Komentar