Isu Kasus Anies, Novel Singgung Jokowi pun Diadukan ke KPK

  • Kamis, 10 Oktober 2019 - 00:18:39 WIB | Di Baca : 928 Kali

SeRiau - Penyidik senior KPK Novel Baswedan menyatakan tak ada proses penyelidikan maupun penyidikan yang bergulir di lembaganya yang berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Itu diungkapkannya menanggapi tangkapan layar foto viral yang menyatakan ada laporan mencatut nama Anies terkait dugaan korupsi dana Frankfurt Bookfair sebesar Rp146 miliar saat menjabat sebagai Mendikbud.

Menyikapi hal tersebut Novel mengatakan segala pelaporan dugaan korupsi bisa menyasar siapa saja, bahkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Loading...

Ia menerangkan Jokowi pernah dilaporkan terkait dugaan kasus suap pengadaan bus TransJakarta pada tahun 2013 silam. Kala itu Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Soal orang dilaporkan saya kira banyak yang dilaporkan, kita enggak perlu sebut satu-satu. Jangankan pejabat-pejabat, Pak Jokowi pun dilaporkan ke KPK kasus Transjakarta," ujar Novel usai menjadi saksi verbalisan dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Markus Nari, Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (9/10).

Novel mengungkapkan, baik Anies maupun Jokowi tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi yang dilaporkan tersebut. Walhasil, sambungnya, permasalahan yang selama ini ditudingkan sudah selesai.

"Tapi kan konteksnya KPK tidak melihat itu [laporan dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta oleh Jokowi] sebagai perkara, belum ditentukan sebagai masalah," kata dia.

"Kalau dengan Pak Anies, Pak Anies tidak ada masalah di KPK, tidak pernah ada penyelidikan terkait dengan hal yang berhubungan dengan Pak Anies," sambungnya.

Novel pun menegaskan dirinya tak memiliki kuasa untuk mengintervensi setiap kasus. Sebab, menurut dia, ihwal laporan kasus masuk ke ranah Direktorat Pengawas Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM). Sementara saat ini, ia bertugas di Deputi Penindakan.

"Di KPK ada tahapan. Kalau pelaporan itu di bawah kedeputian PIPM, saya di Deputi Penindakan Direktorat Penyidikan," ujar Novel. (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar