Abdul Somad Dilarang Ceramah, Dahnil: Rektorat UGM Bak Rezim Politik

  • Rabu, 09 Oktober 2019 - 19:14:39 WIB | Di Baca : 49 Kali

SeRiau - Universitas Gadjah Mada (UGM) disebut telah kehilangan identitasnya sebagai university.

Hal ini ditegaskan Peneliti Senior Institute Kajian Strategis UKRI, Dahnil Anzar Simanjuntak terkait larangan kuliah umum yang akan diberikan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS).

Menurut Dahnil, pimpinan UGM telah berubah seperti rezim politik yang anti-perbedaan.

Loading...

"Saya sesalkan bila civitas akademika, para fakulti berdiam diri terhadap laku pimpinan UGM yang anti-diversity, berlaku bak rezim politik terkait pelarangan terhadap Ustaz Abdul Somad," kata Dahnil lewat keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/10).

"Saya berasumsi seluruh civitas akademika dan fakulti di UGM kehilangan otoritas moral sebagai intelektual," imbuhnya.

Dahnil menambahkan, university merupakan rumah di mana persemaian perbagai pemikiran lahir, dan beradu satu dengan lainnya.

"Bila tak bersepakat dengan satu pemikiran, maka adu dengan pemikiran lain. Bukan, justru bertindak represif melarang intelektual seperti Ustaz Abdul Somad menyampaikan gagasannya di UGM," sesalnya.

Dahnil pun merasa malu melihat perlaku anti-pemikiran yang ditunjukkan pimpinan UGM. Terlebih melihat para cendikiawan diam terhadap perilaku tersebut.

"Terus terang sebagai salah satu orang yang hidup di kampus, tumbuh berkembang sebagai dosen dan peneliti, saya malu melihat laku anti-pemikiran yang ditunjukkan oleh pimpinan UGM," pungkasnya. (**H)


Sumber: rmol.id




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar