Kilau Meredup, Harga Emas Antam Turun ke Rp754 Ribu per Gram

  • Rabu, 11 September 2019 - 09:58:48 WIB | Di Baca : 30 Kali


 


SeRiau - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berada di posisi Rp751 ribu per gram pada Rabu (11/9) atau turun Rp3.000 dari Rp754 ribu per gram pada Selasa (10/9). Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp3.000 dari Rp678 ribu per gram menjadi Rp675 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp400 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,15 juta, 5 gram Rp3,57 juta, 10 gram Rp7,08 juta, 25 gram Rp17,6 juta, dan 50 gram Rp35,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,2 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp351,8 juta, dan 1 kilogram Rp724,6 juta.

Loading...

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sedangkan harga emas di pasar internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.500,2 per troy ons atau menguat 0,07 persen pada pagi ini. Sementara harga emas di perdagangan spot di posisi US$1.491,72 per troy ons atau melonjak 0,4 persen dari kemarin.

Analis sekaligus Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam masih dalam tren penurunan karena terpengaruh pergerakan harga emas di pasar internasional. Ia memproyeksi harga emas dunia bergerak di rentang US$1.482,5 sampai US$1.502,8 per troy ons dengan kecenderungan melemah pada hari ini.

Menurutnya, harga emas dunia akan kembali melemah karena tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali mereda sejalan dengan rencana negosiasi yang akan dilangsungkan pada Oktober mendatang. "Ini menyebabkan emas kehilangan daya tarik safe haven," ucap Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.

Kemudian, muncul kepastian akan kelanjutan proses keluarnya Inggris dari zona Eropa (Britania Exit/Brexit). Ini ditandai dengan jadwal pertemuan puncak para pejabat Uni Eropa pada bulan depan.

Lalu, muncul laporan yang menyatakan bahwa bank sentral China, People's Bank of China (PBoC) menaikkan kepemilikan aset emas dari 62,26 juta troy ons menjadi 62,45 juta troy ons per akhir Agustus lalu.

Kendati sejumlah sentimen negatif mewarnai pergerakan harga emas, namunIbrahim melihat potensi penguatan harga komoditas ini masih terbuka lebar. Toh, harga emas sudah menguat sekitar 19 persen dalam setahun terakhir.

Selain itu, masih ada beberapa sentimen yang siap membuat harga emas meroket ketika muncul di pasar. "Prospek suku bunga bank sentral yang lebih rendah dan permintaan safe haven di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global bisa sebagai penarik untuk (peningkatan harga) emas," pungkasnya.

 

 

 

Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar