Asap Semakin Parah

Tengku Azwendi Minta Pemko Pekanbaru Tetapkan Status  Darurat Asap

  • Selasa, 10 September 2019 - 13:27:54 WIB | Di Baca : 68 Kali

 

 


SeRiau-  Anggota DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menetapkan status Tanggap Darurat Asap. Sebab, kondisi kabut asap di ibukota Provinsi Riau secara kasat mata semakin tebal. 

Loading...

"Segera naikan status tanggap darurat asap," kata Azwendi, Selasa (10/9/2019). 

Ia juga meminta Pemko Pekanbaru memberikan fasilitas kesehatan untuk warga Pekanbaru. Warga Pekanbaru juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. 

"Anak sekolah dan ibu-ibu hamil menyusui segera difasilitasi untuk bisa melakukan pemeriksaan kesehatan. Aktivitas di luar rumah di kurangi," kata dia. 

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta pemerintah untuk membuat posko di setiap kecamatan. Ia juga berpesan, agar pemerintah memperhatikan aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN). 

"Buat posko pemeriksaan dampak asap di setiap puskesmas dan juga posko pemeriksaan kesehatan di tempat fasilitas umum yg mudah dijangkau masyarakat," tegasnya. 

"Aktivitas ASN juga perlu diperhatikan jangan di luar ruangan," tuturnya.

Azwendi juga berharap DPRD Provinsi Riau untuk segera membuat pansus penanggulangan dan antisipasi bencana asap. Mengingat tidak hanya persoalan kesehatan, namun sisi perekonomian di Provinsi ini juga sudah terganggu.

"Saya rasa pansus penanggulangan dan antisipasi bencana asap harus segera dibentuk pansusnya oleh para anggota DPRD di Provinsi Riau. Ini sudah luar biasa, seakan tidak pernah ada habisnya bencana kabut asap melanda," ujarnya.

Disamping itu, ia juga meminta tim satgas penanggulangan asap, dalam hal ini TNI, Polri , Bpbd Provinsi serta instansi daerah juga vertikal lainnya yang terkait dengan permasalahan ini bisa memberikan informasi akurat perihal status bencana asap.

"Kita harapkan statusnya selalu disampaikan agar masyarakat bisa mengantisipasi dampaknya dengan segera. Terlebih kalau sudah status udara di level berbahaya," pungkasnya. (***)




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar