Ketua MPR: Pemerintah Fokus Urus Papua Dulu, Tunda Pindah Ibu Kota

  • Kamis, 29 Agustus 2019 - 21:13:03 WIB | Di Baca : 256 Kali

SeRiau - Ketua MPR Zulkifli Hasan meminta pemerintah fokus untuk menuntaskan masalah Papua yang sedang bergejolak. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarakan rencana pemindahan ibu kota ditunda terlebih dahulu hingga masalah Papua rampung.

"Sekali lagi hati hati, ingat hati hati. Jadi sekali lagi, pemerintah harus fokus ke salah satu masalah, seperti Papua ini. Yang dianggap belum perlu tunda dulu, misalnya soal Ibu kota ya,"kata Zulkifli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/8). 

Zulhas, sapaan Zulkifli, menilai masalah Papua semakin serius. Pasalnya, dia merasa negara lain mulai ikut campur. 

Loading...

"Ingat sekali lagi hati-hati, ini sudah melebar ke mana-mana ada campur tangan PBB, Afrika, Australia," ujar Zulhas 

Tanda masalah Papua sudah serius lainnya, kata Zulhas, adalah mulai kembali berkibarnya bendera Bintang Kejora. Padahal, pengibaran bendera yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka ini sudah lama tidak terjadi. 

Bendera itu terakhir berkibar di depan Mabes AD di Jakarta Pusat.

"Ini sejak 15 tahun terakhir, baru kali ini bendera bintang kejora berkibar. Tapi tidak ada tindakan serius dari aparat kemanan khususnya TNI Polri," ujar Zulkifli itu.

Kendati demikian, Zulhas tetap meminta pemerintah berhati-hati dalam masalah ini. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan saat mengambil kebijakan untuk Papua. 

"Jadi begini, saya minta pemerintah hati-hati, sekali lagi hati-hati ini Papua itu kan multidimensi. Jangan sampai salah langkah, jangan sampai salah arah," katanya.

Keributan di Papua mulai terjadi pada pertengahan Agustus 2019. Awalnya massa di Manokwari dan Sorong merusuh setelah ada penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya. 

Belakangan, kerusuhan mulai terjadi di beberapa daerah lain dalam provinsi paling timur itu. Informasi terakhir massa mulai rusuh dan membakar beberapa tempat di Jayapura dan Abepura. (**H)


Sumber: kumparan.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar