Guguran Lava Gunung Karangetang, 17 Keluarga Diungsikan

  • Senin, 26 Agustus 2019 - 12:36:08 WIB | Di Baca : 47 Kali


SeRiau -- Sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK) Kampung Winangun Lindongan II, Kecamatan Siau dievakuasi ke Gereja Galilea pascaguguran batu lava panas Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, pada Minggu (25/8) pukul 17.00 WITA. Pengungsi yang berjumlah 17 KK atau 50 jiwa ini terdiri dari 25 perempuan dan 25 laki-laki.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan selama di tempat pengungsian warga mendapat bantuan berupa matras, beras, dan triplek. 

"Bantuan diberikan pemerintah kabupaten Kepulauan Sitaro melalui BPBD setempat dengan melibatkan TNI dan aparat Kecamatan Sibarut," ujar Agus melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (26/8). 

Loading...

Merujuk hasil pantauan Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) pada Minggu pukul 18.00 WITA, kata Agus, guguran lava dari puncak kawah utama mengarah ke Kali Sense, Kali Nanitu, dan Kali Pangi lk. 

Lava tersebut keluar sejauh 1.000 hingga 1.500 meter di Kali Sense dan Nanitu, sedangkan leleran lava ke Kali Pangi Ik sejauh 2.000 meter. 

"Pantauan visual lain, sering terjadi kepulan asap kelabu kecokelatan tipis hingga tebal, dan asap kawah putih tipis tampak dengan ketinggian hingga 25 meter," katanya.

Agus menuturkan gunung dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut itu mengalami gempa guguran dengan jumlah amplitude 3 - 6 mm dan berdurasi 53 - 60 detik. Sedangkan dari parameter tektonik jauh, aktivitas hari itu menunjukkan 3 kali dengan amplitude 7 - 20 mm, berdurasi 40 - 81 detik. 

"Sementara melalui parameter aktivitas vulkanik, PVMBG masih menetapkan status tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada level III atau 'siaga'," ucap Agus. 

Berdasarkan rekomendasi dari PVMBG dan Badan Geologi, lanjut dia, warga dan pengunjung diimbau agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 kilometer dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan). 

"Pengunjung juga diminta menjauhi area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 kilometer, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang," tuturnya.

Agus mengatakan, warga di sekitar Gunung Karangetang juga dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. 

"Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga harus siaga dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," katanya.

 


Sumber CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar