Indonesia Tambah 5 Hotel untuk Tampung Jemaah Haji di Madinah

  • Selasa, 20 Agustus 2019 - 22:32:03 WIB | Di Baca : 81 Kali

SeRiau - Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan tiba di Madinah dari Makkah pekan ini. Jumlah jemaah haji ini jauh lebih banyak dibanding gelombang pertama, sehingga pemerintah Indonesia akan menyewa hotel tambahan.

Menurut Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari, jemaah gelombang kedua berjumlah sekitar 120.000 orang. Sedangkan jumlah jemaah gelombang satu sekitar 93.000 ribu orang. Untuk mengantisipasi penambahan jemaah ini, PPIH telah menyewa lima hotel tambahan.

"Ada penambahan hotel, tapi jumlahnya tidak banyak. Ada lima hotel yang tidak dipakai pada gelombang satu. Lima hotel ini statusnya bukan full musim, tapi blocking time," kata Jauhari kepada tim Media Center Haji, Selasa (20/8).

Loading...

Blocking time berarti penggunaan hotel disesuaikan dengan kedatangan jemaah haji, dan tidak disewa penuh selama musim haji. Jauhari mengatakan, jemaah dari sekitar 18 kloter akan tiba di Madinah dari Makkah pada Rabu (21/8) antara pukul 12.00 sampai 22.00 waktu setempat. 

Masa pendorongan seluruh jemaah haji dari sekitar 300 kloter dari Makkah ke Madinah diperkirakan akan rampung seluruhnya pada 6 September mendatang. "Pada 6 September, kota Makkah sudah clear dari jemaah haji Indonesia," ucap Jauhari.

Total ada 115 hotel yang disewa pemerintah Indonesia yang terbagi menjadi lima sektor di sekitar Masjid Nabawi. Di Madinah, jemaah akan melakukan ibadah Arbain yaitu salat 40 waktu di Masjid Nabawi dan ziarah.

Jauhari menjelaskan, PPIH telah melakukan persiapan untuk kembali bertugas melayani jemaah haji di Madinah. Sebelumnya, seluruh petugas haji Madinah diberangkatkan ke Makkah untuk bertugas pada masa Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Salah satu persiapan yang vital adalah konsumsi dan akomodasi. 

"Terkait layanan konsumsi, dari 13 perusahaan yang dikontrak sudah koordinasi untuk melihat persiapan setelah vakum pelayanan pada Armuzna," ujar Jauhari.

Jemaah akan berada di Madinah hingga 14 September mendatang sebelum dipulangkan ke Indonesia secara berkala. Pada 15 September, kata Jauhari, Madinah sudah akan kosong dari jemaah haji Indonesia.

"Kecuali jemaah yang sakit dan dirawat di rumah sakit, tidak mungkin diterbangkan bersama dengan kloternya," tutupnya. (**H)


Sumber: kumparan.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar