Harga Cabai Makin Mahal, Pedagang Makanan Menjerit

  • Rabu, 17 Juli 2019 - 19:02:10 WIB | Di Baca : 68 Kali

SeRiau - Kenaikan harga cabai ini membuat para pedagang menjerit. Salah satunya, Ari (34), yang berjualan gado-gado dan ketoprak di Simpang Kartini, Kota Bekasi. "Udah parah ini naiknya, kita yang jualan serba susah," kata Ari.

Hingga saat ini, sambung Ari, dirinya belum menaikan harga jual makanan. Dia enggan menaikan harga jual ketopraknya yang seharga Rp 12 ribu itu karena takut pelanggan kabur.

Strategi mengurangi cabai dalam komposisi makanan juga tak ia lakukan. Padahal itu bisa dijadikan cara untuk menghemat modal. "Kalau dikurangin nanti harga beda, pelanggan juga kabur. Ya ini risiko jualan namanya," ucap Ari sembari terus menyiapkan pesanan gado-gado pelanggannya.

Loading...

Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan untuk menaikan harga jual gado-gado dan ketopraknya jika harga cabai terus naik. "Kalau sampai akhir bulan ini terus naik juga, ya dengan terpaksa kita naikin juga. Udah enggakbisa kita tahan terus harga jual makanan," ungkapnya.

Hendra (24) juga mengeluhkan kenaikan harga cabai. Dia yang berjualan gorengan di dekat Pasar Proyek Kota Bekasi, mengaku, tak bisa berbuat apa-apa dengan kenaikan ini. "Sebagian yang beli ada yang ngerti (cabai naik), mereka pun minta cabainya tidak banyak. Tapi yang tidak ya tetap juga minta banyak," ujar Hendra.

Dia pun berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi kenaiakan harga cabai ini. "Semoga cepat turun, karena kita yang jualan paling terdampak," ucapnya.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga melonjaknya harga cabai dalam beberapa waktu terakhir karena kurangnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengetahui secara pasti penyebab lonjakan ini. Data itu, kata dia, diperlukan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil kedepannya. (**H)


Sumber: REPUBLIKA.CO.ID




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar