9 Dosen dan 2 Staf UIR Visiting Profesor and Fellow di UiTM Malaysia

  • Senin, 29 April 2019 - 22:19:08 WIB | Di Baca : 138 Kali

 

SeRiau - Menindaklanjuti kerjasama bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Islam Riau mengirim sembilan dosen dan dua staff administrasi mengikuti program Visiting Profesor and Fellow di Universitas Teknologi Mara Perlis Malaysia. Kegiatan yang berlangsung 29 April sampai 3 Mei itu, diselingi pula dengan kunjungan lapangan.

Ke-9 tenaga pengajar itu terdiri dari Prof Dr Seno Himala Putera, MPd (Pendidikan Bahasa Inggris), Dr Oki Candra, SPd, MPd (Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi), Sindi Amelia, SPd, MPd (Pendidikan Matematika), Dr Hj Sri Amnah, SPd, MPd (Pendidikan Biologi), Dr Arbi Haza Nasution, MIT (Teknik Informatika), Idham Nugraha, MSc (Perencanaan Wilayah dan Kota), Dr Hj Daharni Astuti, Lc MA (Ekonomi Syariah), Dr Ir H T Edy Sabli, MSi dan Dr H Syafriadi, SH, MH (Ilmu Hukum). Sementara dua staf administrasi yang diikut-sertakan masing-masing Tati Maharani, SP (Kepala Bagian Tata Usaha) dan Sudirman SSos (Kepala Bagian Perlengkapan).

Loading...

Prof Seno dan kawan-kawan tiba di Kampus UiTM Perlis, Senin pagi (29/4) pukul 09.00 waktu Malaysia. Mereka disambut Rektor Prof Dr Zailuddin Ariffin dan Timbalan Rektor Prof Madya Dr Zakaria Mat Arof, Dr Ahmad Nizar Mat Noor, Prof Dr Mohd Azlan Mohd Ishak, serta Ketua-ketua Pusat Pengkajian UiTM.

Rektor Zailuddin mengaku, sangat senang dengan program visiting profesor and fellow sebagai tindak lanjut dari Memory of Understanding antara dirinya dengan Rektor Universitas Islam Riau Prof Syafrinaldi yang diteken di UIR pada Maret 2019. Dalam masa bersamaan, katanya, UiTM juga mengirim para pensarahnya ke UIR mengajar di beberapa fakultas.

''Hubungan UiTM dengan UIR sudah sangat dekat. Bahkan seperti saudara. Saya dan Rektor Syafrinaldi, Pak Rosyadi dan Pak Husnul Kausarian pernah berkunjung ke perkampungan Kamboja, sebuah perkampungan yang pemeluknya beragama Islam. Kami tidur bersama diatas tikar di teras masjid,'' ungkapnya mengenang sebuah kisah.

Mengapa ini bisa terjadi? Karena hubungan yang sangat dekat. Ia menyebutkan, hubungan baik ini harus tetap berjalan walau dirinya satu saat tak lagi menjabat Rektor UiTM. Zailuddin pun menyatakan, Agustus depan ia akan memasuki masa purna tugas. ''Semua bentuk kebaikan harus senantiasa diteruskan siapapun nanti akan menjabat rektor,'' tandas Prof Zailuddin.

Bak gayung bersambut. Prof Seno Himala Putera pun mengatakan, UIR dan UiTM memiliki banyak kesamaan. Walau kedua university dipisahkan oleh Selat Malaka akan tetapi keduanya sama-sama berkomitmen memakmurkan bidang akademik. ''Baik UIR maupun UiTM memiliki fokus yang beragam. Tak hanya terpusat pada satu bidang melainkan di beberapa bidang akademik. '

"Terima kasih Pak Rektor atas sambutannya. Untuk beberapa hari kami akan mengajar di fakulti-fakukti UiTM dan juga melakukan kuliah lapangan bersama mahasiswa bapak. Semoga kerjasama ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan di masa mendatang,'' ujar Seno H Putera.

Sebelum diterima Rektor, dosen dan staf administrasi UIR sempat pula berkeliling kampus UiTM yang luasnya mencapai 400 hektar. Hamparan seluas itu selain berdiri bangunan kampus juga fasilitas berolahraga yang cukup dan areal persawahan. Terdapat pula 10 hektar perkebunan mangga harum manis. Kampus UiTM Perlis merupakan satu dari 35 cabang kampus UiTM di Malaysia dengan  jumlah mahasiswa 7.000 orang. Total keseluruhan student UiTM tercatat 170 ribu orang.* rls




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar