Pencoblosan di Luar Negeri Kacau, KPU Tunggu Laporan Panwaslu

  • Senin, 15 April 2019 - 08:15:12 WIB | Di Baca : 94 Kali

SeRiau - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu laporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di luar negeri. Kekacauan, antara lain terjadi di TPS Sydney, Australia, serta Malaysia, dan Belanda. 

"Kami serahkan kepada Panwas, kalau mereka rekomendasi (pemilih TPS di Sidney) disusul, bukan diulang mungkin ya, KPU bisa saja tindak lanjuti rekomendasi dari Panwas," kata Ilham kepada CNNIndonesia.com di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).

KPU saat ini tengah menunggu rekomendasi dari Panwaslu Sydney. Menurut Ilham, pemungutan suara masih dimungkinkan apabila ada rekomendasi dari panwas setempat dan masih ada surat suara.

Loading...

Sebelumnya, sejumlah warga negara Indonesia di Sydney mengeluhkan tak dapat menyalurkan hak pilihnya karena TPS sudah ditutup. Diduga pemilih yang gagal menyalurkan hak pilih tersebut masuk daftar pemilih khusus yang baru bisa mencoblos satu jam sebelum penutupan.

Sementara PPLN Sydney menyatakan bahwa secara umum pemungutan suara yang digelar pukul 08.00-18.00 waktu setempat berjalan lancar. PPLN mencatat jumlah pemilih di Australia mencapai sekitar 65 ribu orang.

Pemilih yang datang ke lokasi TPS mencapai puncaknya menjelang jam 17.00 atau waktu bagi DPKLN (Pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap) untuk melakukan pencoblosan. 

Memasuki pukul 18.00, masih banyak pemilih DPKLN berkumpul di depan pintu masuk lokasi gedung TPS. Panitia berusaha memenuhi kapasitas maksimal gedung dengan pemilih yang datang.

Panitia menjelaskan bahwa pemilih yang berada di luar gedung telah diberi penjelasan bahwa waktu pencoblosan telah berakhir, namun pelayanan masih dilakukan pada pemilih yang sudah memasuki dan memenuhi gedung hingga pukul 19.00. 

Selain di Sydney, permasalahan juga terjadi TPS di Selangor, Malaysia. Diduga sejumlah surat suara sudah tercoblos pada bagian gambar pasangan 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Ilham menjelaskan pihaknya menunggu hasil investigasi polisi Diraja Malaysia mengenai kasus tersebut. KPU sempat datang ke Malaysia, namun tidak mendapat akses melihat barang bukti surat suara yang sudah tercoblos.

"Semua alhamdulillah lancar-lancar saja, sampai saat ini begitu ya (hanya Malaysia dan Sydney yang bermasalah). Ini masih ada yang proses, Eropa sedang berlangsung," kata Ilham.

Ilham melanjutkan, "Belanda yang begitu banyak lancar-lancar saja, jadi jangan dipukul rata seakan-akan semuanya seperti Sydney dan Malaysia. Sydney juga sebenarnya proses lancar, hanya saja ada beberapa orang tertentu yang tidak bisa memilih." (**H)


Sumber: CNN Indonesia




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar