Indomatrik: Prabowo-Sandi Menang Selisih 7,15 Persen dari Jokowi-Ma'ruf

  • Rabu, 10 April 2019 - 18:53:02 WIB | Di Baca : 109 Kali

SeRiau - Lembaga Indomatrik kembali merilis hasil survei terbarunya dalam pertarungan Pilpres 2019. Kali ini, elektabilitas Prabowo-Sandiaga berhasil menyalip petahana Jokowi- Ma'ruf Amin.

Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys mengatakan, hasil survei terbaru menunjukan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi bersaing ketat. Namun, dari hasil riset tersebut, Prabowo memasuki fase trend positif, sebaliknya Jokowi alami tren negatif.

"Berdasarkan data hasil survei, pasangan PrabowoSandi mendapatkan simpati publik sebesar 51,07%, sedangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf 43,92%. Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam pilpres sekitar 5,01 persen," jelas Syahruddin, Rabu (10/4).

Loading...

Survei Indomatrik ini dilakukan pada 24 Maret sampai 31 Maret 2019 dan dilaksanakan secara proporsional di 34 Provinsi yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019.

Responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih. Selanjutnya, random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50 persen perkotaan dan 50 persen pedesaan.

Jumlah sampel responden yang di ambil sebanyak 2.100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin of error + 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling.

Syahruddin mengatakan, perbedaan tingkat elektabilitas antara Prabowo dan Jokowi sekitar 7,15 persen. Elektabilitas Prabowo-Sandi bertengger di angka 51,07 persen ini disebabkan dari beberapa alasan yang diungkap masyarakat Indonesia.

"Di antaranya alasan menginginkan perubahan, menginginkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia lebih baik kedepan, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa," jelas dia lagi.

Sementara figur Jokowi-Ma'ruf, lanjut dia, memperoleh elektabilitas sebesar 43,92%. Pasangan no urut 01 ini dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman.

Menurut Syahruddin, selisih antara keduanya yang sangat jauh ini dampak dari penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak sesuai dengan janji kampanye 2014 serta banyak tim koalisi yang tertangkap tangan (OTT KPK).

Syahruddin menambahkan, fase trend positif ini merupakan modal kuat bagi Capres/Cawapres Prabowo-Sandi dalam menarik simpati publik untuk memenangkan pertarungan di Pilpres 17 April 2019, yang tersisa sepekan lagi.

Sementara mayoritas lembaga survei lainnya, menghasilkan sebaliknya. Misalnya saja, survei PolMark Indonesia.

PolMark

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40,4 persen, Prabowo-Sandiaga 25,8 persen. Sementara undecided voters 33,8 persen. Sebanyak 31,5 persen dari total responden pemilih Jokowi-Ma'ruf menyatakan sebagai pemilih mantap. Sedangkan untuk Prabowo-Sandiaga, angka pemilih mantapnya adalah 20,5 persen.

Survei dilakukan dari bulan Oktober 2018-Februari 2019 dengan jumlah responden 440 (margin of error plus-minus 4,8%) di masing masing 72 dapil dan 880 responden (margin of error plus-minus 3,4%) di 1 dapil. Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling dengan selang kepercayaan 95 persen.

Indo Barometer

Lembaga survei Indo Barometer merilis hasil survei Pilpres 2019 terbarunya, Selasa 2 April 2019. Hasilnya, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 50,8 persen dan Prabowo-Sandi sebesar 32 persen. Sementara responden yang belum memilih atau tidak menandai kertas simulasi sebesar 17,2 persen.

Indo Barometer juga memprediksi pasangan Jokowi-Ma'ruf bakal memenangkan kontestasi Pilpres 2019 pada 17 April mendatang. Pasangan Jokowi-Ma'ruf diproyeksikan menang 61,3 persen dari pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi hanya 38,7 persen. (**H)


Sumber: Merdeka.com




Loading...

Berita Terkait

Tulis Komentar